Mate 40 Jadi Ponsel Terakhir Huawei Pakai Chip Kirin?

Mate 40 Jadi Ponsel Terakhir Huawei Pakai Chip Kirin?

Josina, Josina - detikInet
Sabtu, 08 Agu 2020 21:30 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09:  The Huawei logo is display during CES 2018 at the Las Vegas Convention Center on January 9, 2018 in Las Vegas, Nevada. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs through January 12 and features about 3,900 exhibitors showing off their latest products and services to more than 170,000 attendees.  (Photo by David Becker/Getty Images)
Mate 40 Jadi Ponsel Terakhir Huawei Pakai Chip Kirin? (Foto: David Becker/Getty Images)
Jakarta -

Peluncuran Huawei Mate 40 semakin dekat pada bulan Oktober mendatang. Sudah banyak beredar bocoran di internet mengenai spesifikasi termasuk adanya kamera belakang 108 megapixel, meski tetap tak bisa menggunakan Google Mobile Services terkait sanksi Amerika Serikat.

Namun, dalam sebuah acara di China, President of the Huawei Consumer Business Group Richard Yu memberitahukan bahwa Mate 40 akan menjadi smartphone terakhir Huawei yang menggunakan chipset HiSilicion Kirin.

"Dari 15 September ke depan, prosesor Kirin kami tidak bisa diproduksi. Chip AI kami juga tidak bisa diproses. Ini merupakan kerugian besar bagi kami," cetus Yu.

Dilansir detikINET dari XDA Developers, hal ini terjadi karena pembuat chip dilarang menggunakan teknologi Amerika Serikat dalam membuat chip untuk Huawei, sehingga secara efektif membuat Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) tak dapat mengerjakan chip pesanan Huawei.

TSMC memproduksi semua chip Kirin kelas atas untuk HiSilicon, yang dipakai sebagai otak ponsel andalan Huawei serta prosesor jaringan mereka untuk 5G, chip AI dan chip server.

Memang ada SMIC yang berbasis di China telah membuat chip HiSilicon 14nm Kirin 710A, tetapi pembuat chip ini belum dapat diandalkan seperti TSMC ataupun Samsung dalam hal proses pembuatan.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, generasi berikutnya dari chipset Kirin yang dirancang untuk Huawei Mate 40 telah dibuat dan telah disimpan stoknya sehingga masih aman. Setelahnya, belum diketahui dengan pasti bagaimana rencana Huawei memasok chipset tanpa melanggar sanksi AS.

Eric Zu selaku salah satu Huawei's rotating chairman, sempat mengatakan pada akhir Maret bahwa perusahaannya mungkin masih dapat membeli chip dari MediaTek dan Unisoc. Kita tunggu saja bagaimana perjuangan Huawei di tengah sanksi AS dan mempertahankan posisi mereka yang saat ini adalah produsen smartphone terbesar dunia.



Simak Video "Huawei Nova 7 Bisa Rekam Video 2 Arah, Ini Spesifikasinya"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fyk)