Epson Hadirkan Proyektor Interaktif untuk Pendidikan di Era New Normal

Epson Hadirkan Proyektor Interaktif untuk Pendidikan di Era New Normal

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 30 Jun 2020 14:45 WIB
Epson EB-1485Fi
Epson Hadirkan Proyektor Interaktif untuk Pendidikan di Era New Normal (Foto: Dok. Epson)
Jakarta -

Semua siswa sekolah dan universitas di Indonesia masih harus belajar dari rumah di era new normal. Untuk mendukung proses belajar di era new normal, Epson mengenalkan proyektor interaktif EB-1485Fi.

Senior Manager Product Marketing Visual Instrument & Printer Epson Indonesia Zanipar Siadari mengatakan walau saat ini siswa masih belajar di rumah, mereka suatu saat harus kembali ke sekolah. Tapi sekolah tentu harus mengubah ruang kelas dan metode belajar di era new normal.

"Sekolah bisa menggunakan solusi blended classroom, di mana guru menggabungkan kelas virtual dengan fisik. Jadi siswa bisa belajar di sekolah dan dari rumah," kata Zanipar dalam webinar, Selasa (30/6/2020).

Sekolah juga harus mempertimbangkan physical distancing saat siswa sudah kembali ke kelas. Untuk menyiasati, murid bisa dibagi dalam dua kelas untuk menjaga jarak tiap siswa dan guru bisa memberikan materi dalam waktu yang bersamaan menggunakan bantuan teknologi.

Zanipar mengatakan proyektor interaktif Epson EB-1485Fi ini bisa digunakan di dua ruang kelas sekaligus, asalkan terhubung dengan jaringan yang sama.

"EB-1485Fi dipasang di dua ruang kelas yang berbeda, dihubungkan dengan network, kemudian guru bisa menampilkan materi yang sama di dua kelas tersebut," jelas Zanipar.

Epson EB-1485FiEpson EB-1485Fi Foto: Dok. Epson

Walau guru secara fisik tidak bisa berada di dua kelas sekaligus, Zanipar mengatakan bisa menggunakan kamera untuk menampilkan guru secara virtual di kelas yang lain.

"Jadi seperti video conference. Tapi tidak membutuhkan data karena jaringannya lokal," ucap Zanipar.

Proyektor interaktif ini sendiri memiliki banyak fitur seperti bisa menampilkan display FullHD di whiteboard seluas 120 inch, tingkat kecerahan 5.000 lumens, interaktif menggunakan stylus atau sentuhan jari, dan laser yang bisa bertahan hingga penggunaan 20.000 jam.

Selain untuk sekolah, Zanipar mengatakan proyektor interaktif yang dibanderol Rp 63 juta ini juga bisa dimanfaatkan oleh bisnis dan perkantoran di era new normal. Apalagi karena kebijakan physical distancing banyak kantor yang membatasi rapat berukuran besar.

"Apabila di perkantoran menggunakan proyektor interaktif seperti ini maka gambarnya akan lebih besar. Gambar lebih besar tentunya akan lebih nyaman," pungkasnya.



Simak Video "Didiet Maulana Imbau Masyarakat Makin Bijak saat New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)