New Normal Adalah Saatnya VR, Pendiri HTC Luncurkan XRSpace

New Normal Adalah Saatnya VR, Pendiri HTC Luncurkan XRSpace

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 29 Mei 2020 12:56 WIB
Attractive young woman adjusting her VR headset and smiling while sitting at home
VR Jadi Bagian New Normal, Pendiri HTC Luncurkan XRSpace. (Foto: ThinkStock)
Jakarta -

Virtual reality (VR) menemukan momen kelahiran kembali di tengah situasi new normal atau kehidupan kenormalan baru karena pandemi. Co-founder HTC Peter Chou pun ingin jadi yang terdepan dalam hal ini.

Chou yang tak lagi menjabat sebagai CEO HTC di 2015, memang sejak dulu sudah diketahui memiliki ketertarikan khusus di ranah VR. Dia juga yang mengawal penuh saat HTC mulai menggarap headset VR.

Dia kemudian menggandeng studio visual efek Digital Domain Holdings yang berbasis di Hong Kong sebagai penyedia konten dan produk headset VR HTC.

Saat gelaran MWC di Barcelona, Spanyol tahun lalu, Chou memberi bocoran sebuah proyek baru bernama XRspace. Dia berjanji XRspace akan menjadi platform yang menghadirkan elemen sosial seperti di dunia nyata dalam bentuk pengalaman virtual.

Dan setahun berlalu, Chou masih getol mengembangkan proyeknya tersebut. Masa pandemi justru mendorongnya lebih giat, karena justru di masa penuh keterbatasan seperti inilah VR bisa sangat bermanfaat dan digunakan lebih banyak orang.

Dikutip dari Venture Beat, XRspace akhirnya secara resmi diperkenalkan melalui pengumuman secara global lewat streaming di akun YouTube resmi mereka.

XRspace diperkenalkan sebagai platform VR sosial end-to-end yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, konten, dan layanan.

Tujuannya adalah membawa XR ke pasar massal dengan mendefinisikan kembali bagaimana orang terhubung, bersosialisasi, dan berkolaborasi dalam dunia virtual.

"Saya jarang kehilangan kata-kata, tapi setelah saya memasuki kembali dunia nyata lewat media holografik ini, saya sangat takjub hingga terpesona. Saya sangat yakin ini (VR) adalah pengalaman masa depan pekerjaan dan pertemuan jarak jauh," kata Chou.

VR sejauh ini baru akrab di industri game. Padahal, penggunaannya tak sebatas untuk itu. Namun kini perlahan industri lain pun mulai memperhatikan dan menggunakannya, antara lain industri medis, pendidikan, dan properti.

Banyak pengembang yakin bahwa VR membutuhkan pengalaman sosial yang sesungguhnya jika ingin berkembang. Tak heran, Facebook tahun lalu meluncurkan Horizon, dunia VR yang dirancang untuk headset Oculus yang memungkinkan orang untuk bertemu dengan teman dan orang asing, membuat ruang pribadi, bermain game, dan lainnya layaknya di dunia nyata.

Begitu juga rencana Chou pada XRspace. Berbarengan dengan diumumkannya XRspace, diumumkan pula XRspace Manova, sebuah dunia virtual berisi bermacam interaktif dan konten sosial mulai dari pendidikan, game, kesehatan hiburan, dan masih banyak lagi.

Di sini, orang-orang bisa melakukan rapat kerja, belajar di ruang kelas virtual, jalan-jalan berkeliling kota, main ke pantai, bahkan pergi ke bioskop. Semuanya dilakukan secara virtual, namun dengan rasa yang dibuat nyaris mendekati pengalaman aslinya.

Jadi, rasanya bukan hal yang tidak mungkin jika setelah masa pandemi ini, VR bukan lagi barang baru. Seperti prediksi Chou, hampir semua bidang mungkin akan memanfaatkan VR nantinya.

[Gambas:Youtube]



(rns/fay)