Ponsel BlackBerry Terancam 'Disuntik' Mati

Ponsel BlackBerry Terancam 'Disuntik' Mati

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 05 Feb 2020 09:21 WIB
BlackBerry Q5
Ponsel BlackBerry. Foto: Pocket Lint
Jakarta -

Ponsel BlackBerry memang sudah turun sangat jauh popularitasnya, tapi sejauh ini masih dijual dengan menggandeng pihak ketiga, yaitu TCL. Namun dengan keputusan TCL tidak melanjutkan kerja sama dengan BlackBerry, ponsel ikonik ini terancam disuntik mati.

BlackBerry yang memilih fokus di bisnis software keamanan memang sudah lama tidak aktif membuat ponsel sendiri. Pada tahun 2016, mereka memberi lisensi pada TCL untuk membuat smartphone berbasis Android dengan merek BlackBerry.

Akan tetapi kemitraan itu kini berakhir. TCL akan berhenti membuat ponsel BlackBerry pada akhir Agustus mendatang dan akan setop mengirimkan update software pada tahun 2022.

"Kami menyesal harus mengabarkan pada tanggal 31 Agustus 2020, TCL Communication tidak lagi akan menjual perangkat seluler bermerek BlackBerry. TCL Communication tidak memiliki hak lebih lanjut untuk merancang, membuat, atau menjual perangkat seluler BlackBerry baru apapun," tulisnya.

Tidak ada pernyataan apapun dari BlackBerry mengenai kelanjutan penjualan ponsel. Ada kemungkinan mereka coba mendekati manufaktur lain tapi tak mengherankan juga jika mereka benar-benar berhenti membuat ponsel.

"Ponsel BlackBerry bisa mati setelah manufakturnya menyatakan akan berhenti menjual handset yang mendefinisikan zaman itu," tulis media Independent.

"Kecenderungannya, ponsel dengan nama BlackBerry akan mati. BBM, layanan messaging yang dulu sama populer, sudah dimatikan sejak tahun silam," tambah mereka.