Alasan Xiaomi Baru Rilis Ponsel Flagship Sekarang

Alasan Xiaomi Baru Rilis Ponsel Flagship Sekarang

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 04 Jan 2020 22:36 WIB
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Setelah sekian lama ditunggu dan ditanya-tanya Mi Fans, Xiaomi akhirnya merilis ponsel flagshipnya di Tanah Air. Kenapa baru sekarang?

Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse menjelaskan, dirinya baru menjabat pada Oktober 2019. Salah satu tugasnya sebagai Country Director adalah memprioritaskan tugas, apa yang dilakukan lebih dulu dan apa selanjutnya.


"Lantaran banyak ditunggu oleh pengguna dan Mi Fans, kami memutuskan untuk merilis Redmi Note 8 dan Note 8 Pro lebih dulu," kata Alvin saat konferensi pers peluncuran Mi Note 10 Pro di Jakarta, Sabtu (4/1/2020).

"Setelah tiga bulan bertugas, bekerja dengan tim dan memahami apa kekuatan Xiaomi Indonesia, kami percaya Januari ini waktu yang pas untuk merilis flagship," lanjutnya.

Mi Note 10 Pro pun dipilih menjadi pembuka. Alvin meyakinkan bahwa di 2020, Xiaomi akan merilis produk yang lebih beragam. Tidak hanya perangkat yang terjangkau, produk-produk flagshipnya akan lebih banyak diboyong ke Tanah Air.

Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia. Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Bisnis Seafood

Dipilihnya Mi Note 10 Pro lantaran Xiaomi ingin menghadirkan teknologi terkini pada Mi Fans di Indonesia. Ponsel tersebut adalah yang pertama pengusung kamera berukuran 108 MP.

"Seperti kita tahu, chipset Snapdragon terbaru diumumkan Desember. Jadi ketimbang merilis ponsel yang tidak mengusung chipset Snapdragon terbaru, kami memutuskan untuk meluncurkan ponsel kamera flagship untuk audience pecinta fotografi. Mi Note 10 Pro akan menjadi device yang sempurna," papar Alvin.

Terkait permasalahan produknya yang sering dikatakan 'gaib', Alvin tak yakin mengenai hal itu, mengingat sagmen pembeli Mi Note 10 Pro berbeda dengan Redmi. Kalau pun permintaan membludak, dia menjamin Xiaomi sudah siap untuk meningkatkan pasokan.

"Di bisnis smartphone, gaib itu menyeramkan. Tapi masalah inventori juga tidak kalah menyeramkan," lanjutnya.

Alvin kemudian menganalogikan bisnis smartphone seperti bisnis seafood, semua tergantung kesegaran. Kalau tidak habis, akan susah menjualnya.



Karenanya, Xiaomi coba membuat prediksi seakurat mungkin berapa jumlah permintaan pasar untuk menentukan pasokan.

"Memprediksi smartphone adalah pekerjaan yang sangat sulit saat ini. Kalau ada orang yang bisa memprediksi secara akurat Mi Note 10 Pro , Xiaomi siap merekrut orang tersebut," kata Alvin sembari tertawa.

"Solusinya saat ini, karena dinamika perusahaan dan industri sangat cepat, hal perlu terus diterapkan adalah selalu mendengar masukan dari pengguna dan teman media," pungkasnya.

Simak Video "Xiaomi Kirimkan Sinyal Bakal Boyong Ponsel Flagship"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/rns)