Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Biaya Melangit
Game Bakal Makin Mahal dan Jarang
Biaya Melangit

Game Bakal Makin Mahal dan Jarang


- detikInet

Jakarta - Biaya pembuatan game untuk konsol generasi mendatang diperkirakan akan meningkat hingga 300-700 persen. Ini berarti, game bakal makin mahal dan jarang. Harga game untuk konsol generasi mendatang diprediksi akan meningkat. Hal ini disebabkan biaya produksi sebuah game yang akan meningkat tajam. Demikian ramalan dan analisis dari perusahaan riset Screen Digest.Biaya produksi untuk mengembangkan sebuah game saat ini hanya berkisar US$ 3 juta hingga US$ 6 juta (US$ 1 = Rp 10.000 Sumber :detik.com). Tetapi analis memprediksi akan terjadi lonjakan menjadi US$ 10 juta per judul (300 persen), bahkan dalam beberapa kasus bisa mencapai US$ 20 juta per judul (700 persen).Game-game berbiaya mahal tersebut adalah game untuk konsol-konsol terbaru ciptaan Microsoft, Sony dan Nintendo. sederetan konsol baru memang sedang disiapkan oleh mereka, yaitu Xbox 360 (Microsoft), PlayStation 3 (Sony), dan Revolution (Nintendo). Mahal dan JarangTingginya harga produksi, ujar Ben Keen dari Screen Digest, akan mempengaruhi harga jual game. Ia memperkirakan harga rata-rata game Xbox akan meningkat menjadi 38 poundsterling (1 poundsterling = Rp 17.200 Sumber :detik.com) yang sebelumnya hanya seharga 23 pounds.Selain itu, produsen akan makin hati-hati merilis judul game. Kemungkinan hanya game-game berisiko kecil yang akan diproduksi. Ini artinya game 'non-orisinal' seperti sekuel game sukses, game berdasarkan film, dan game olahraga terkenal. Saat ini, sepuluh produsen game utama memproduksi rata-rata 300 judul per tahun. Jumlah itu bisa merosot hingga ke 80 judul saja, sebut laporan Screen Digest yang dikutip detikinet dari BBC, Jumat (18/11/2005).Meski game 'non-orisinal' punya kemungkinan laku lebih baik, dalam daftar 40 game terbaik sepanjang masa hanya delapan yang merupakan game 'non-orisinal'. Ini artinya, masih ada peluang untuk game orisinal. Di sisi lain, salah satu penyumbang mahalnya produksi game adalah biaya lisensi. Contohnya melisensikan film terkenal untuk dibuat game-nya."Jadi akan tergantung produsen game, mereka harus bisa seimbang antara membuat game non-orisinal berisiko kecil dan membuat game orisinal," Ben Keen berpendapat. Dalam empat tahun Screen Digest memperkirakan pertumbuhan 10 persen di industri game. Pasar game online diramalkan akan melampaui US$ 2 miliar pada tahun 2007. (wicak/)







Hide Ads