Kamis, 24 Okt 2019 14:24 WIB

Ponsel Meledak di Ciamis, Kemungkinan Akibat Baterai Kembung

Tim - detikInet
Ilustrasi (Foto: Unsplash) Ilustrasi (Foto: Unsplash)
Jakarta - Ana Rosna, siswi kelas XXI MAN 4 Ciamis, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami kejadian tidak mengenakkan. Baterai smartphone miliknya meledak dan percikannya nyaris melukai matanya.

Smartphone tersebut meledak saat disimpan di atas meja dengan posisi telungkup. Saat kejadian, smartphone tidak sedang digunakan, tidak juga sedang di-charge atau diisi ulang baterainya.

Ponsel Meledak di Ciamis, Kemungkinan Akibat Baterai Kembung Foto: Istimewa




"Kita tidak tahu posisi terakhir kondisi baterai sebelum meledak. Kalau baterai meledak dalam kondisi tidak sedang digunakan atau di-charge ada kemungkinan baterainya sudah kembung," kata pengamat gadget Lucky Sebastian, dimintai tanggapannya mengenai peristiwa ini, Kamis (24/10/2019).

Ponsel Meledak di Ciamis, Kemungkinan Akibat Baterai Kembung Foto: Istimewa


Jika melihat dari foto barang bukti, terlihat bahwa smartphone tersebut belum menggunakan baterai tanam. Alhasil, kata Lucky, baterai kembung yang bukan baterai tanam, akan lebih mudah mendorong tutup baterai terlepas.

"Karena biasanya tutup baterai (yang bukan baterai tanam), tidak bisa rapat ketika kondisi baterai kembung," sebutnya.


Penyebab Baterai Kembung

Baterai bisa menjadi kembung karena setiap digunakan atau dicharge, terjadi reaksi kimia di dalamnya, dan salah satu hasil reaksi kimia ini adalah terbentuknya gas. Gas yang berlebihan akan membuat ukuran baterai mengembang, dan terjadilah kembung.

Sampai saat ini banyak pengguna ponsel berpikir bahwa agar umur baterai awet, harus digunakan sampai habis dulu baru di-charge. Ini adalah pemahaman yang salah besar.

"Pemahaman tersebut adalah untuk baterai ponsel zaman dulu, ketika awal-awal masih menggunakan baterai NiCd yang punya memory effect sehingga baterai harus dihabiskan dahulu baru di-charge agar kapasitas baterai bisa maksimal," kata Lucky.

Nah, baterai ponsel zaman sekarang sudah menggunakan Li-ion, atau Lithium ion, yang tidak memiliki lagi memory effect. Jadi, ponsel tidak perlu dibiarkan hingga baterainya habis baru diisi ulang.

"Saat baterai ponsel hampir habis atau sudah habis, untuk mengisinya kembali, charger akan bekerja lebih keras agar baterai segera terisi. Efek sampingnya adalah panas. Proses charging menghasilkan sisa proses kimiawi berupa gas. Semakin baterai dalam keadaan kosong, efek hasil gas ini semakin banyak. Akhirnya jika terlalu sering, baterai mudah kembung," urai Lucky.



Dijelaskan Lucky, baterai kembung ini berisi gas. Ibarat kita mengisi balon dengan udara, saat jumlah gas sudah sampai batas yang bisa ditahan pembungkus baterai, maka pembungkus akan koyak dan gas yang penuh akan keluar segera dengan letupan atau meledak.

"Baterai yang kembung, atau swollen battery, adalah pertanda awal baterai sudah saatnya diganti," pesannya.

Simak Video "Realme Masuk ke Jajaran 5 Ponsel Ngetop di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)