Sabtu, 21 Sep 2019 19:12 WIB

Janji CEO Huawei soal Android di Mate 30

Rachmatunnisa - detikInet
Huawei Mate 30. Foto: dok. Huawei Huawei Mate 30. Foto: dok. Huawei
Jakarta - Upaya Huawei untuk mengeluarkan perusahaannya dari daftar hitam pemerintah Amerika Serikat (AS) terus dilakukan. Ini akan berdampak pada dukungan Android dan aplikasi Google secara penuh di perangkat Mate 30 dan Mate 30 Pro.

Untuk diketahui, Mate 30 dan Mate 30 Pro jadi smartphone flagship pertama yang dirilis Huawei, pasca masuk daftar hitam pemerintah AS. Akibatnya, kedua perangkat ini dikapalkan tanpa dukungan aplikasi Google.



Masalah lainnya, OS Android yang digunakan 'tidak direstui' alias tanpa kerja sama dengan Google. Artinya, Huawei Mate 30 dan Mate 30 Pro menggunakan OS Android versi AOSP (Android Open Source Project).

Ini akan merugikan pengguna, karena perangkat Huawei mereka nantinya akan selalu belakangan mendapatkan update untuk menunjang performa dan berbagai fungsi di perangkatnya.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Anand Tech, CEO Huawei Richard Yu mengklarifikasi satu pertanyaan penting mengenai bagaimana pengguna punya kontrol atas software dan aplikasi yang akan mereka install di Mate 30 dan Mate 30 Pro.

Sebagai solusi sementara, Huawei dikatakan Yu menyediakan toko aplikasi mereka sendiri bernama 'Huawei App Gallery'. Toko aplikasi ini menyediakan 45 ribu aplikasi.

"Pengguna bisa menginstal Google Mobile Service (GMS) ke ponsel lewat website atau aplikasi pihak ketiga," sebutnya.

Dia seraya menegaskan bahwa pengguna akan dapat membuka kunci bootloader di perangkat Mate 30 dan 30 Pro. Dia pun menjanjikan untuk segera memberikan Android secara penuh.



"Segera ketika sanksi AS telah dicabut, Huawei siap untuk langsung mengintegrasikan ulang layanan Google dan aplikasinya lewat firmware yang akan diupdate ke perangkat," janjinya.

Simak Video "Huawei Mate 30 Pro Hadir dengan 4 Kamera Belakang"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)