Selasa, 25 Jun 2019 10:57 WIB

Bill Gates, Windows Phone, dan 'Pengorbanan' Nokia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Halaman 1 dari 3
Windows Phone. Foto: Getty Images Windows Phone. Foto: Getty Images
Jakarta - Bill Gates mengungkapkan rasa penyesalannya karena tidak mampu menyaingi sistem operasi Android. Meski tak menyebutkan secara gamblang, mungkin ia juga mengingat soal kegagalan Windows Phone.

"Kesalahan terbesar (saya) adalah... kesalahan manajemen apapun yang saya lakukan yang menyebabkan Microsoft tidak bisa jadi seperti Android," ujar Gates.

Jika diingat lagi, usaha Microsoft menaklukkan pasar mobile diawali dengan Windows Mobile. Seiring perkembangan Android dan iOS, Microsoft mengubah total tampilan OS-nya dengan peluncuran Windows Phone 7 pada tahun 2010.

Windows Phone 7 tampil dengan interface kotak-kotak dan dipuji karena sangat smooth. Banyak layanan andalan Microsoft dibenamkan, seperti Internet Explorer, Zune, Xbox Live, sampai Exchange.




Para vendor seperti Samsung dan HTC pun mengeluarkan smartphone perdana dengan Windows Phone 7. Namun yang menjadi senjata utama Microsoft adalah keberhasilan mereka menggaet Nokia, produsen ponsel terbesar saat itu.

Nokia di bawah kepemimpinan CEO Stephen Elop, memutuskan menjadi pemakai utama Windows Phone, bukan Android. Dengan merek Nokia Lumia, dimulailah tantangan Microsoft pada Android dan iPhone.

Pada tahun 2012 atau sekitar setahun setelah peluncuran perdana ponsel Nokia Lumia, belum ada tanda-tanda Windows Phone menanjak. "Untuk peluncuran perangkat pertama Lumia, saya akan lebih suka kalau kami melakukannya dengan lebih baik," kata Elop kala itu.

Namun Elop mengklaim Lumia adalah smartphone solid. Ia yakin performa bisnis Nokia akan membaik dengan Windows Phone. "Kami harus mampu berdiri dan mengatakan ini (Windows Phone-red) lebih baik dan juga berbeda secara fundamental," imbuh mantan petinggi Microsoft tersebut.

Halaman Selanjutnya: Kehancuran Nokia dan Kematian Windows Phone

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed