Kamis, 13 Jun 2019 19:31 WIB

Ponsel Huawei dengan Hongmeng OS Kabarnya Rilis Oktober

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunisa/detikcom Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunisa/detikcom
Jakarta - Huawei dilaporkan sudah menyiapkan jadwal untuk meluncurkan perangkat pertama yang menjalankan Hongmeng OS, alias sistem operasi buatannya pengganti Android dari Google. Disebutkan bahwa Oktober menjadi bulan peluncuran dari perangkat tersebut.

Lebih lanjut, disebutkan juga bahwa Mate 30 tidak akan menjadi perangkat yang dimaksud. Kemungkinan besar, ia merupakan ponsel kelas entry level atau mid-range, sebagaimana detikINET kutip dari GSM Arena, Kamis (13/6/2019).




Selain itu, smartphone itu pun hanya akan beredar di pasar China. Hal ini selaras dengan rencana Huawei yang memang baru akan menggulirkan Hongmeng OS di Negeri Tirai Bambu pada akhir tahun ini.

Alasan utama sistem operasi tersebut mengambil tempat pertama kali di China adalah adanya kemungkinan OS itu tidak dapat memenuhi permintaan konsumen global. Maka dari itu, versi globalnya, bisa jadi bernama Ark OS, menyusul untuk diluncurkan pada Kuartal I atau Kuartal II 2020.

Satu yang menarik, sebelumnya seorang tipster menyebut bahwa Mate 30 akan menjalankan Hongmeng OS ketika diluncurkan di China. Disebutkan juga bahwa ia bakal diperkenalkan pada 22 September mendatang.

Dengan datangnya kabar ini, maka nasib seri flagship itu terasa membingungkan. Pasalnya, ia dirilis setelah masa tenggat dari Google untuk memberikan akses Android ke Huawei yang jatuh pada Agustus nanti. Meski begitu, ia tidak akan menjadi ponsel Huawei perdana yang menjalankan Hongmeng OS.




Meski demikian, ada kemungkinan Mate 30 justru akan mendapat ekosistem sistem operasi Huawei yang sudah lebih matang. Hal ini bisa memudahkannya untuk dipasarkan secara global. Tidak cuma bagi Mate 30, hal serupa juga dapat berlaku untuk P40 nantinya.

Menarik untuk ditunggu ponsel apa sebenarnya yang akan menjalankan Hongmeng OS nantinya. Jika bicara soal risiko, rasanya memang lebih baik jika Huawei menggulirkannya lebih dulu ke ponsel entry-level atau mid-range sembari mematangkannya untuk smartphone high-end. (mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed