Sabtu, 08 Jun 2019 13:20 WIB

238 Aplikasi Google Play Susupkan Iklan, Bikin Ponsel Ngadat

Kris Fathoni W - detikInet
Foto: dok. detikINET Foto: dok. detikINET
Jakarta - Jangan sembarangan menginstal aplikasi, sekalipun dari sumber resmi seperti Google Play Store. Baru-baru ini 238 aplikasi populer ketahuan belangnya.

Hal itu merupakan temuan dari Lookout Mobile Security lewat laporannya. Disebutkan bahwa ada 238 aplikasi di Google Play Store yang sudah menyusupkan iklan (adware) agresif dengan kadar yang sangat merugikan.

BeiTaAd, nama adware itu, merupakan sebuah plugin yang ditemukan Lookout tersembunyi di aplikasi populer keyboard emoji TouchPal dan 237 aplikasi lain yang seluruhnya dipublikasikan oleh pengembang CooTek. Ke-238 aplikasi itu total sudah diinstal 440 juta kali.



Setelah terintal, aplikasi-aplikasi tersebut awalnya terlihat normal. Tapi setelah rentang 24 jam sampai 14 hari, plugin BeiTaAd yang tersamar akan mulai mengirimkan iklan-iklan yang sama sekali tidak berkaitan dengan aplikasi. Iklan ini bisa muncul pada lock screen pengguna, juga memicu kemunculan audio dan video secara acak, termasuk ketika layar ponsel dalam kondisi mati.

"Lookout sudah menemukan 238 aplikasi unik yang menyertakan BeiTaPlugin, adware yang membuat sebuah perangkat mobile nyaris tak bisa digunakan, di Google Play Store," sebut Lookout.

238 Aplikasi Google Play Susupkan Iklan, Bikin Ponsel NgadatFoto: screenshot


Agresivitas kemunculan iklan itulah yang lantas membuat smartphone pengguna berpotensi ngadat dan amat sulit digunakan seperti biasa. Laporan sejumlah pengguna yang terdampak bervariasi mulai dari kemunculan iklan di tengah-tengah aktivitas menelepon, saat alarm berbunyi, ketika nge-chat, dan lainnya. Alias praktis nyaris di seluruh penggunaan smartphone.

"Istriku mengalami masalah seperti ini. Ada iklan tiba-tiba muncul saat menelepon, ketika alarmnya mati, atau kapan pun ia memakai ponselnya. Kami tak dapat menemukan info lain mengenai hal ini. Masalah itu sangat mengganggu dan nyaris membuat ponselnya tak lagi bisa dipergunakan," kata seorang pengguna di ArsTechnica.



Dalam pernyataannya, perwakilan CooTek mengakui adanya entitas yang dipermasalahkan dalam modul di SDK buat aplikasinya. Namun, mereka mengklaim bahwa hal itu tidak pernah dimaksudkan buat tujuan iklan dan juga cuma ada di versi lawas. CooTek turut menyebut pihaknya sudah menghilangkan modul tersebut secara keluruhan pada bulan lalu. (rns/rns)