Kamis, 23 Mei 2019 17:00 WIB

Menelisik Jejak AS di Huawei P30 Pro

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET Huawei P30 Pro. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta - Google sudah menyatakan tak akan bekerja sama lagi dengan Huawei karena perusahaan itu sudah masuk ke dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat. Namun perusahaan AS yang bikin Huawei pusing tentu bukan cuma Google.

Dalam ponsel flagship terbarunya -- P30 Pro --, ternyata ada komponen utama yang berasal Amerika Serikat, yang bakal membuat Huawei kelabakan jika pembuat komponennya mengambil langkah yang sama dengan Google. Yuk kita lihat komponen mana saja yang berasal dari Negeri Paman Sam itu.

Komponen utama yang dimaksud di sini adalah motherboard, yang meski ukurannya kecil, namun menjadi inti dari sebuah ponsel. Papan sirkuit ini tak lebih panjang ukurannya dari jari manusia, namun di dalamnya tersimpan banyak komponen yang menjadi inti dari ponsel.


Dari gambar yang dirilis oleh iFixit, terlihat kalau komponen di motherboard yang berasal dari China hanyalah tranceiver RF dan chip audio, yang dibuat oleh HiSilicon, perusahaan asal China yang dimiliki oleh Huawei.

Bagian front end module (2) dibuat oleh Skyworks, perusahaan semikonduktor yang berbasis di Massachusetts, AS. Modul ini berfungsi agar ponsel bisa berinteraksi dengan sinyal jaringan seluler.

Menelisik Jejak AS di Huawei P30 ProFoto: iFixit

Lalu ada front end module (3) tambahan yang bertugas untuk mengurus frekuensi yang berbeda. Bagian ini dibuat oleh Qorvo, perusahaan semikonduktor yang berkantor pusat di Greensboro, North Carolina, AS.

Pada bagian baliknya, ada flash storage (5) yang didesain oleh Micron Technologies, perusahaan semikonduktor yang berbasis di Idaho, US. Komponen ini bertugas sebagai storage untuk menyimpan berbagai data. 13% dari pemasukan tahunan Micron berasal dari suplai komponennya untuk Huawei.

Menelisik Jejak AS di Huawei P30 ProFoto: iFixit

Terakhir, ada DRAM (6), yang dibuat oleh SK Hynix, perusahaan asal Korea Selatan yang juga menyuplai untuk banyak pabrikan ponsel, salah satunya Apple. Hynix memang tak terdampak dari keputusan AS, namun di sini adalah masalah diplomatis. Pasalnya China dilaporkan mulai curiga terhadap Hynix dan sejumlah perusahaan Korsel lain karena dianggap bersekongkol untuk menaikkan harga untuk China.

Perlu diingat, daftar di atas hanyalah komponen yang ada di satu motherboard dari satu perangkat, demikian dikutip detikINET dari BBC, Kamis (23/5/2019).

Pada 2018 lalu, Huawei merilis daftar penyuplai utama mereka, dan di dalamnya ada 33 perusahaan asal AS. Selain nama besar seperti Google, Xilinx, Qualcomm, Broadcom, dan Intel, ada juga NeoPhotonics.

NeoPhotonics adalah perusahaan asal San Jose yang membuat peralatan jaringan. Kontrak mereka dengan Huawei nilainya mencapai 44% dari seluruh pemasukan mereka. (asj/fyk)