Kamis, 23 Mei 2019 13:20 WIB

Sistem Operasi Huawei Siap Gantikan Android Tahun Ini

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Huawei P30. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Huawei P30. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Beberapa waktu lalu, Huawei sempat mengumumkan rencananya dalam mengembangkan sistem operasi sendiri jika pihaknya tidak lagi bisa menggunakan OS dari Google di smartphone maupun Microsoft di PC. Skenario tersebut merujuk pada pembatasan Amerika Serikat yang melarang perusahaan asal Negeri Paman Sam bekerja sama dengan vendor asal China tersebut.

Kini, Huawei mengatakan bahwa sistem operasinya itu akan siap pada tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Richard Yu, CEO of Consumer Business Group Huawei.


Ia mengatakan bahwa OS tersebut akan siap pada Kuartal IV 2019 di China. Sedangkan untuk pasar di luar Negeri Tirai Bambu, sistem operasi tersebut akan mulai tersedia antara pada Kuartal I atau Kuartal II 2020.

Lebih lanjut, Yu mengatakan bahwa toko aplikasi milik Huawei, App Gallery, akan tersedia. App Gallery sendiri memang menjadi aplikasi bawaan pada perangkat Huawei, walau Google Play Store sepertinya masih lebih diandalkan oleh para penggunanya.

Video: Setelah Google, ARM Cabut Kerja Sama dengan Huawei

[Gambas:Video 20detik]



Meski begitu, Yu menyebut bahwa Huawei sampai saat ini masih berkomitmen untuk menggunakan Windows dari Microsoft dan Android dari Google. Hanya saja, ini menjadi rencana B jika mereka memang tidak lagi bisa menggunakan sistem operasi tersebut.

Dirinya pun menegaskan hanya benar-benar menggulirkan rencana B ini jika pihaknya secara permanen diblokir untuk menggunakan produk dari Google dan Microsoft. "Kami tidak ingin melakukan ini, tapi kami akan terpaksa untuk melakukannya karena (keputusan) dari pemerintah Amerika Serikat," ucapnya.

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa keputusan Amerika Serikat dalam memasukkan Huawei ke dalam daftar hitamnya tidak hanya akan berdampak buruk bagi perusahaan yang berkantor pusat di Shenzen itu. Kebijakan tersebut juga bakal berpengaruh negatif terhadap perusahaan asal Negeri Paman Sam lantaran dirinya beranggapan Huawei mendukung bisnis mereka.


"Kami tidak ingin melakukan ini tapi kami tidak punya solusi lain, tidak ada pilihan lain," kata Yu, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Kamis (23/5/2019).

Sampai saat ini, masuknya Huawei dalam daftar hitam pemerintah Amerika Serikat baru berdampak pada pembatasan akses Android yang diberlakukan oleh Google terhadap vendor ponsel nomor dua di dunia itu. Sedangkan Microsoft belum memberikan keterangan resmi apakah ia akan mengikuti jejak perusahaan pimpinan Sundar Pichai itu atau tidak.

(mon/fyk)