Hari Ini 9 Tahun Lalu, Lei Jun cs Dirikan Xiaomi

Hari Ini 9 Tahun Lalu, Lei Jun cs Dirikan Xiaomi

Kris Fathoni W - detikInet
Sabtu, 06 Apr 2019 21:55 WIB
Bersama sejumlah orang, Lei Jun mendirikan Xiaomi tepat 9 tahun lalu pada hari ini. (Foto: REUTERS/Jason Lee)
Jakarta - Xiaomi kini kondang sebagai salah satu vendor smartphone top dunia. Hari ini tepat 9 tahun lalu, Xiaomi berdiri. Awalnya hanya sebagai custom ROM Android.

Pada 6 April 2010 lampau, Xiaomi didirikan oleh sejumlah orang. Yang paling terkenal tentu saja adalah Lei Jun, yang saat itu sudah "punya nama" sebagai mantan CEO Kingsoft.

Ada sejumlah perbedaan mengenai siapa saja sosok yang hadir bareng Lei Jun saat Xiaomi diproklamirkan. Jumlahnya macam-macam.




Menurut GizCHina.com, Lei Jun mendirikan Xiaomi "bersama 14 orang lainnya dalam sebuah ruangan kecil di Beijing". Ada pula sumber lain yang menyebutkan jumlah orang saat itu delapan orang saja. Yang pasti, dalam versi manapun, salah satu yang hadir saat itu adalah sosok Lin Bin. Kini, bersama Lei Jun sebagai CEO, Lin Bin merupakan pentolan Xiaomi dengan posisi presiden.

Pada awal kelahirannya, Xiaomi cuma fokus untuk menghadirkan sebuah custom ROM yang berbasis Android-nya Google. Fokus itu pula yang menginspirasi logo Xiaomi: MI, alias Mobile Internet.

Hari Ini 9 Tahun Lalu, Lei Jun cs Dirikan XiaomiFoto: REUTERS/Jason Lee

Berawal dari sebuah perusahaan software, Xiaomi kemudian tumbuh-kembang menggarap hardware. Tak cuma kondang dengan deretan smartphone, Xiaomi juga merambah ke perkakas lain. Dari wearable ke laptop, hingga rice cooker dan bohlam, sebagai bagian dari ekosistem smart home yang turut ingin ia ciptakan.

Di ranah smartphone, Xiaomi juga terus melakukan pengembangan. Bukan cuma berusaha melakukan inovasi, salah satunya lewat ponsel layar lipat yang sudah dipamerkannya, melainkan juga dengan cara merilis sub-brand. Yang teranyar Xiaomi me-"mandiri"-kan Redmi sebagai sub-brand yang akan fokus ke smartphone ramah kantong. Merek smartphone Xiaomi sendiri terindikasi akan mulai lebih banyak membidik segmentasi ponsel cerdas level atas.




Secara umum, kemampuan Xiaomi merilis ponsel "perusak harga" -- murah dengan spek tinggi -- sanggup memikat konsumen. Tak sedikit yang lantas jadi fans berat, mengusung identitas Mi Fans. Hal ini turut mengantar Xiaomi sukses masuk lima besar merek smartphone top dunia. Di India, Xiaomi bahkan sedang jadi penguasa.


Akan tetapi, tak semuanya mulus-mulus saja buat Xiaomi. Salah satu yang acapkali dikritik dari Xiaomi adalah strategi flash sale-nya. Di Indonesia, stempel "ponsel gaib" juga acapkali harus disandang produk-produk Xiaomi.

Selain itu, MIUI yang berjalan di atas OS Android pada smartphone-smartphone Xiaomi pun rutin disindir karena kehadiran iklan di dalamnya -- walaupun hal ini kabarnya sudah berencana dibenahi oleh Xiaomi.




Apapun, Xiaomi tetap sudah ikut berkontribusi pada semesta Android. Penetrasi ponsel-ponselnya, secara khusus pada segmen menengah ke bawah, ikut memicu vendor lain tidak mau kalah. Konsumen dijamin takkan kekurangan pilihan, bahkan mungkin malah jadi kebingungan.

Met ultah ke-9, Xiaomi.


(krs/krs)