Kamis, 04 Apr 2019 20:21 WIB

Catatan dari Wetzlar

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat

Rachmatunnisa - detikInet
Kamera Leica. Foto: Rachmatunnisa/detikINET Kamera Leica. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Wetzlar - Dalam beberapa tahun terakhir, Huawei berhasil mencuri perhatian dalam urusan smartphone kamera. Ada peran Leica di sana.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai partnernya tersebut, dalam rangkaian acara peluncuran P30 Series pekan lalu, Huawei mengajak media dan influencer dari berbagai negara mengunjungi markas Leica di Wetzlar, Jerman.

Cerita bermula pada Februari 2014, Leica pindah markas ke kompleks baru Leitz Park Wetzlar. Kompleks ini tak hanya menjadi pusat operasional Leica, tetapi juga sebagai museum, menjadi galeri pamera foto-foto berkelas, ada pula hotel dengan desain khas Leica untuk menampung tamu yang mengunjungi kompleks mereka.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Pintu masuk bangunan utama markas Leica. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Bangunan yang Leica Banget

Pertama kali menginjakkan kaki di markas Leica, langsung terasa kesan modern dan artistik bangunannya. Gedung Leica terang dengan mengandalkan pencahayaan alami dari matahari sehingga banyak jendela dan pintu kaca besar di berbagai sisi. Menariknya lagi, desain gedung sangat mewakili Leica.

"Setiap bentuk di bangunan gedung ini adalah identitas Leica. Bentuk-bentuknya dibuat menyerupai kamera dan produk Leica," kata Lukas Hoffmann, staf Leica yang menjadi pemandu rombongan.

Setelah diperhatikan, benar juga apa yang disebut si pemandu. Ada bagian gedung yang menyerupai bentuk teropong, mengingatkan kiprah Leica sebagai produsen teropong. Iya, tidak banyak yang tahu kalau teropong adalah produk pertama Leica saat pertama kali terjun di industri lensa.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Denah bangunan kompleks Leitz Park Wetzlar yang didesain berbentuk bagian-bagian dari kamera dan teropong. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Untuk membuktikannya, rombongan diajak naik ke atap bangunan Leica. Jika dilihat dari atas, bentuknya menyerupai lensa kamera. Di rooftop ini kita tak hanya bisa melihat keseluruhan kompleks Leitz Park, tapi juga menikmati pemandangan kota Wetzlar.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Pemandangan Wetzlar dari rooftop bangunan utama. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Di seberang gedung utama, ada museum dan Leica store. Bentuk bangunannya dibuat menyerupai blitz kamera. Demikian juga hotelnya, semua dibuat serba bernuansa kamera dan dunia fotografi.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Bangunan di seberang gedung utama, balkon pada bagian kanan atas menyerupai blitz kamera. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Hal menarik tentang tempat ini, markas Leica berada di desa yang cukup sepi dan cukup jauh dari kota. Lokasi ini sangat baik untuk produksi lensa kamera yang sangat sensitif.

"Pabrik Leica yang dulu dekat dengan jalur kereta api. Ketika kereta melintas, getarannya mempengaruhi proses pembuatan lensa," kata Lukas.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Lukas Hoffman, staf Leica yang memandu tour. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Rumitnya Pembuatan Lensa

Mendengar penjelasan Lukas, selain mengetahui sejarahnya, peserta tour juga jadi tahu bagaimana rumitnya kamera Leica dibuat.

Contohnya saja bagaimana sensitifnya lensa terhadap perubahan suhu. Itu sebabnya, ruang produksi ditempatkan di bagian utara gedung yang tidak terkena cahaya langsung.

"Di bagian tertentu gedung ini, perubahan suhu mudah terasa. Sama seperti getaran, ini bisa mempengaruhi proses pembuatan lensa kamera," sebut Lukas.

Tour ini juga menyediakan video di berbagai sudut ruangan, yang mendemokan proses pembuatan lensa. Langsung terbayang, di balik sebuah kamera, ada jutaan proses dan keahlian terlibat di dalamnya. Lensa dan kamera Leica diperlakukan dengan halus dan hati-hati, tetapi sekaligus harus terampil, cekatan dan presisi.

"Ada bermacam jenis kaca untuk membuat lensa. Ada yang keras, ada yang sangat halus bahkan bisa tergores oleh kuku," Lukas menuturkan.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Proses pembuatan dan pengujian lensa. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Kebersihan lensa pun benar-benar dijaga, jangan sampai ada sebutir debu atau sehelai rambut pun mengganggu kualitas lensa.

Belum lagi, pengujian dilakukan secara langsung oleh tangan-tangan para pegawai Leica. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan langsung 'feel' pengaturan lensa kamera, tidak terlalu kendor atau terlalu kencang, terasa pas.

"Jadi jika dibilang kamera Leica mahal, harga tersebut sebanding dengan kualitasnya. Satu kamera Leica, bisa digunakan hingga 20-30 tahun ke depan tanpa berubah fungsi atau menurun kualitas hasil fotonya," urai Lukas.

Pada beberapa bagian, peserta tour tidak diperkenankan mengambil foto atau video, karena proses dan mesin yang digunakan merupakan top secret Leica.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Deretan foto ikonik yang diambil menggunakan kamera Leica. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Cerita di Balik Foto Ikonik

Di bagian lain bangunan ini terpajang deretan foto bersejarah yang diambil menggunakan kamera Leica. Banyak cerita menarik di balik setiap foto.

"Saya bisa berhari-hari menceritakannya, jadi akan saya pilih beberapa yang paling ikonik saja," kelakar Lukas.

Beberapa di antaranya adalah foto Che Guevara yang menjadi foto yang paling banyak diproduksi di dunia. Ada juga foto petinju Muhammad Ali yang fokus pada kepalan tangannya. Fotografernya menyebut 'senjata' Muhammad Ali adalah kepalan tangannya, jadi dia menjadikan kepalan tangan tersebut sebagai fokus fotonya.

Selanjutnya, sebuah foto yang diambil di tahun 1914. Saat itu, kamera reguler memerlukan waktu 9 menit untuk menjepret. Itu sebabnya, pada foto-foto zaman dulu, orang-orangnya terlihat tidak tersenyum.

Ya bayangkan saja kalau harus berpura-pura menahan senyum selama 9 menit. Melelahkan sekali. Jadi, kecanggihan kamera juga ikut membentuk ekspresi si objek foto.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Kamera Leica dari masa ke masa. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Galeri karya fotografer Leica. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Yang menarik lagi adalah foto ikonik dari Perang Vietnam menampilkan seorang gadis telanjang yang berusaha lari dari serangan. Foto tersebut menunjukkan teror perang dan seketika mengubah persepsi publik tentang perang ketika New York Times menerbitkannya di halaman depan.

New York Times pun saat itu mempertaruhkan media mereka dengan melanggar aturan yang tidak memperbolehkan menampilkan orang telanjang di koran.

Tour ini juga memperkenalkan berbagai tonggak sejarah kamera Leica. Mulai dari deretan kamera, statue orang-orang penting pendiri Leica, semua produk Leica, hingga galeri karya fotografer ternama yang menjepret dengan Leica. Semua ini dipamerkan Leica di berbagai sudut ruangannya.

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Statue 5 orang penting pendiri Leica. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Menengok Sejarah dan Melihat Telatennya Kamera Leica Dibuat Titik pemotretan foto pertama yang dijepret dengan kamera Leica. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Rampung berkeliling markas Leica, peserta diajak ke luar kompleks markas untuk mengunjungi kota tua Wetzlar. Tak sekadar jalan-jalan, di sini peserta tour diajak mencipta ulang foto pertama yang diambil menggunakan kamera Leica oleh Oscar Barnack pada 1913.

Kegiatan ini pun menutup tour yang menarik tentang Leica. Mengesankan! (rns/krs)