Kamis, 21 Mar 2019 12:45 WIB

Strategi Terbaru Xiaomi buat Jegal Samsung

Fino Yurio Kristo - detikInet
Xiaomi Mi 9. Foto: PC Home Xiaomi Mi 9. Foto: PC Home
New Delhi - Pertarungan Samsung melawan Xiaomi makin seru, khususnya di India. Xiaomi melancarkan strategi baru untuk memperlebar jarak dari kejaran Samsung.

Bertahun-tahun jadi vendor nomor satu di negara itu, Samsung disalip Xiaomi tahun silam dengan market share 24% banding 28%. Meski kalah soal volume penjualan, Samsung masih menang secara pendapatan, berdasarkan riset dari Counterpoint Research.

Samsung belakangan menyerang balik dengan kedatangan Galaxy M serta versi baru Galaxy A yang menyasar beragam rentang harga. Untuk mempertahankan posisinya, Xiaomi pun makin agresif menggeber penjualan secara offline.




Sejauh ini, pertumbuhan penjualan Xiaomi terutama didukung toko online seperti Amazon dan Flipkart, yang secara operasional juga lebih rendah biaya. Tapi penjualan offline dipandang perlu untuk lebih dekat pada konsumen yang juga bisa mencoba produk secara langsung.

"Cerita sukses terbesar kami adalah di offline, termasuk menggaet lebih banyak mitra dan lebih banyak Mi Home," ucap Manu Kumar Jain, Vice President Xiaomi yang dikutip detikINET dari Gizmochina.

Ia menyatakan Xiaomi akan memperbanyak Mi Store dan retail pihak ketiga yang jadi mitra. Mereka berambisi mendirikan sampai 5.000 Mi Store di pedesaan India.

"Kami juga akan meluncurkan produk kategori baru. Secara keseluruhan, perusahaan bekerja dengan bagus di India. Dari perspektif bisnis smartphone, kami sekarang nomor 1 untuk 6 kuartal berturut-turut dengan margin besar," klaim Janu.

Selain itu, Xiaomi juga menggelontorkan investasi baru ke India senilai USD 507 juta. Tapi terutama uang itu akan ditujukan untuk pengembangan produk selain smartphone seperti pemurni air, laptop, sampai mesin cuci.


(fyk/krs)