Senin, 04 Mar 2019 13:45 WIB

Huawei Mate X Sabet Penghargaan Berkat 5G dan Falcon Wing

Fino Yurio Kristo - detikInet
Huawei Mate X. Foto: Pocket Lint Huawei Mate X. Foto: Pocket Lint
Jakarta - Smartphone lipat 5G Huawei Mate X memenangi penghargaan dari GSMA, penyelenggara event MWC 2019 di Barcelona. Smartphone ini meraih predikat 'Best Connected Mobile Device of Mobile World Congress 2019'. Apa alasannya?

Mate X menyabet penghargaan itu terkait teknologi Falcon Wing Mechanical Hinge, kemampuan mendukung komunikasi di jaringan 5G, terciptanya interaksi manusia dan smartphone yang inovatif, dan fitur isi ulang Huawei SuperCharge.

Penghargaan ini diberikan oleh GSMA untuk produk mobile yang baru saja dirilis atau segera terdaftar, yang merintis teknologi masa depan. Huawei juga memenangkan "Smartphone Terbaik Tahun Ini" untuk Mate 20 Pro.




"Dalam kelompok perangkat yang menonjol, para juri merasa bahwa Huawei Mate X menunjukkan lebih banyak inovasi dan membantu menciptakan kategori smartphone ke era yang baru," kata para juri GSMA.

"Tahun 2019 adalah tahun di mana kita mengubah cara kita terhubung, membawa kemungkinan baru dan luar biasa untuk semua kehidupan kita. Sekali lagi terima kasih, " kata Kevin Ho, Presiden Handset Business, Huawei Consumer Business Group dalam keterangan yang diterima detikINET.

Selain layar lipatnya, handset ini juga agaknya menandai keseriusan vendor asal China ini di jagat 5G. Di dalamnya, chipset 5G Balong 5000 dan chipset 7nm Kirin 980, memungkinkan Mate X mendukung Arsitektur SA (Standalone Architecture) dan NSA (Non-standalone Architecture) pada jaringan 5G.

Huawei Mate X Sabet Penghargaan Berkat 5G dan Falcon WingDesain Falcon Wing di Huawei Mate X. Foto: Huawei

Desain Mate X rupanya sudah mereka patenkan, yang memungkinkan layar dilipat setipis 11 mm, ukuran layar dapat diubah secara fleksibel ke berbagai bentuk dari 8 inch, 6,6 inch (panel depan) hingga 6,38 inch (panel belakang).

Mate X diklaim Huawei satu-satunya handset saat ini yang dirancang untuk berbagai fase pengembangan 5G komersial masa depan. Ia pun akan dijual pada tahun ini juga, dengan banderol 2.999 euro (sekitar Rp36,6 juta).

Selain layar lipatnya, Mate X didukung RAM 8 GB dan memori internal 512 GB, teknologi SuperCharge 55W, dan baterai 4.500mAh. Perangkat lunak EMUI menawarkan kinerja setara dengan Huawei Mate 20 Pro.




Huawei mengatakan Mate X menandai tonggak sejarah penting bagi Huawei sebagai vendor smartphone pertama yang membangun ekosistem 5G komprehensif yang mencakup infrastruktur jaringan, CPE, chipset, dan handset.

Hanya sedikit yang memperhatikan bahwa dua hari sebelum peluncuran Mate X, Vodafone Spanyol dan Huawei telah membuat panggilan 5G standar pertama di dunia di Barcelona, menggunakan standar radio baru non-standalone 3GPP 5G dan spektrum sub-6 GHz.

Menurut Peter Meissner, CEO dan anggota dewan NGMN Alliance, panggilan telepon 5G itu adalah sinyal bahwa dunia siap memperkenalkan layanan komersial 5G. "Hal ini merupakan sinyal sangat menjanjikan pada dunia bahwa industri sudah siap memperkenalkan layanan 5G buat konsumen," sebutnya.




Tonton juga video Mate X, Ponsel Layar Lipat Huawei Seharga Rp 36,6 Juta:

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed