Kamis, 24 Jan 2019 16:25 WIB

Menguak di Balik Layar Usaha Membangkitkan Ponsel Nokia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ponsel Nokia. Foto: Firstpost Ponsel Nokia. Foto: Firstpost
Jakarta - Ponsel Nokia kini sudah beredar di banyak negara, di bawah induk perusahaan bernama HMD Global. Mereka memiliki lisensi nama dari Nokia Corporation yang kini fokus di bisnis infraktruktur telekomunikasi. Dan beberapa sosok petinggi di balik HMD Global pun berkaitan dengan Nokia.

Sebut saja Pekka Rantala yang menjabat Chief Marketing Officer HMD Global. Dia mengawali karir awal tahun 1990-an di divisi ponsel Nokia. Rantala pun berani mengatakan bahwa meski HMD merupakan perusahaan independen, mereka sangat terkait dengan Nokia.

Setelah dilepas Microsoft, HMD membeli merek Nokia untuk ponselnya. Sebagai balasan, Nokia Corporation mendapat royalti. Selain itu, mereka juga punya kursi di dewan direksi HMD Global untuk memastikan ponsel yang diproduksi sesuai dengan ekspektasi.



"Kemitraan dengan Nokia ini berdasarkan kepercayaan kuat antara satu sama lain. Kami mendapatkan dukungan sangat kuat dari Nokia Corporation dalam semua yang kami lakukan," sebut Rantala yang dikutip detikINET dari Digital Trends.

Selain Rantala, ada beberapa mantan pegawai Nokia yang kini bergabung di HMD. Chief Product Officer, Juho Sarvikas, dulu karyawan Nokia. Kemudian Pia Kantola yang posisinya Vice President of Costumer Experince menghabiskan 15 tahun berkarir di Nokia.

Mereka semua punya tujuan agar ponsel Nokia kembali diperhitungkan, paling tidak mendekati prestasi di masa silam. Di masa kejayaannya pada tahun 2007, pangsa pasar Nokia mencapai 40% secara global.
Menguak di Balik Layar Usaha Membangkitkan Ponsel NokiaPonsel Nokia 8.1. Foto: Firstpost

"Ini adalah hal personal bagi kebanyakan dari kami. Kami sungguh ingin melihat Nokia kembali ke tempatnya berada," kata Cristian Capelli, Head of Business Development Nokia wilayah Amerika.

Dalam 2 tahun berdirinya, ponsel Nokia buatan HMD lumayan diminati. Rantala meyakini kekuatan merek Nokia sangat berpengaruh dalam perjalanan HMD.

"Selain Nokia adalah ponsel pertama bagi banyak orang, juga bermakna secara emosional. Ponsel Nokia mungkin ada di banyak momen tak terlupakan. Menjadi merek yang saya pikir disukai setiap orang atau setidaknya netral. Saya belum pernah bertemu orang yang benci Nokia," ujar dia.



Untuk mendukung kelancaran produksi ponsel Nokia, HMD bermitra dengan FIH Mobile Limited, anak perusahaan Foxconn. Kerja sama mereka cukup bagus, terbukti HMD sejauh ini telah mengapalkan 70 juta handset Nokia.

Salah satu strategi agar Nokia kembali berkibar adalah menyajikan software Android yang bersih tanpa banyak kustomisasi. Serta menyediakan update yang pasti dan cepat, tak perlu menunggu lama.

"Kami menyimpulkan tidak ada alasan untuk membuat 'kulit' sendiri. Jadi kami melakukan pendekatan yang sangat murni pada Android. Android seperti yang diinginkan Google. Sehingga mudah bagi kami melakukan update karena kami tidak mengembangkan software sendiri," kata Rantala. (fyk/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed