Kamis, 03 Jan 2019 17:25 WIB

Program Ganti Baterai Ternyata Bikin Penjualan iPhone Merosot

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Program ganti baterai iPhone yang dirilis pada 2017 memang punya dampak bagus bagi konsumen. Namun program tersebut ternyata berdampak buruk pada penjualan iPhone.

Apple meluncurkan program penggantian baterai iPhone pada 2017. Yaitu dengan biaya USD 29, pengguna iPhone bisa mengganti baterai iPhonenya dengan baterai baru.

Ini adalah cara Apple untuk meminta maaf pada pengguna iPhone karena mereka dengan sengaja melambatkan iPhone dengan baterai sudah lemah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Program ini adalah langkah bagus untuk memperkuat citra Apple, namun ternyata berdampak buruk pada penjualan iPhone. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Apple Tim Cook dalam sebuah wawancara dengan CNBC.




Cook mengakui permintaan iPhone di pasaran melemah, dan salah satu penyebabnya adalah program penggantian baterai iPhone. Ia juga menyebut adanya alasan lain yang menyebabkan pelemahan ini.

Antara lain alasannya adalah nilai tukar mata uang yang melemah dan kurangnya subsidi dari operator seluler. Namun yang menarik adalah penurunan penjualan akibat program yang dibuat sendiri oleh Apple.

Pasalnya dengan penggantian baterai yang nilainya cuma USD 29, pengguna bisa membuat iPhonenya menjadi seperti baru. Hal itu berpengaruh pada niat konsumen untuk membeli iPhone baru dengan harga setidaknya USD 1000.

Ditambah lagi keyakinan Cook saat diwawancara pada awal 2018 yang menyebut ia yakin bahwa program penggantian baterai ini akan berdampak pada niat konsumen untuk membeli iPhone baru.

Saat itu Cook menyebut program ini adalah hal yang tepat dilakukan Apple untuk konsumennya, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (3/1/2019).


(asj/krs)