Selasa, 20 Nov 2018 09:11 WIB

Ok Google, Asia Tenggara Paling Doyan Internetan Pakai Ponsel

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ponsel jadi perangkat favorit masyarakat Asia Tenggara untuk terhubung dengan internet seperti diungkapkan oleh Google. Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images Ponsel jadi perangkat favorit masyarakat Asia Tenggara untuk terhubung dengan internet seperti diungkapkan oleh Google. Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images
Jakarta - Pengguna internet di Asia Tenggara makin meningkat tiap tahunnya dan lebih dari 90% di antaranya terhubung lewat smartphone. Hal ini merupakan hasil temuan dari riset yang dilakukan oleh Google dan Temasek Holding.

Riset ini mencakup enam negara Asia Tenggara dengan ekonomi terbesar yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand dan Filipina. Riset tersebut menemukan di enam negara ini terdapat total 350 juta pengguna internet di tahun 2018.


Ini merupakan peningkatan yang signifikan, mengingat pada tahun 2015 jumlah pengguna internet di enam enam negara ini mencapai 260 juta.

"Kami menambahkan sekitar 3 juta pengguna internet baru setiap bulan. Sebagian besar dari mereka mengakses internet melalui perangkat mobile," jelas Vice President for India and Southeast Asia Google, Rajan Anandan seperti dikutip detikINET dari CNBC, Selasa (20/11/2018).

Anandan menambahkan rata-rata masyarakat Asia Tenggara pertama kali terhubung ke internet adalah dengan koneksi mobile. Hal ini berbanding terbalik dengan pengguna internet di Barat yang biasanya pertama kali terhubung dengan internet menggunakan koneksi kabel, seperti lewat desktop.

Ia juga menjelaskan bahwa harga paket data yang semakin terjangkau mendorong pertumbuhan ini. Anandan menyebut bahwa harga per gigabyte data telah turun hampir 50% dalam dua hingga tiga tahun terakhir.


Semakin terjangkaunya data juga mendorong pengguna internet di Asia Tenggara untuk menggunakan layanan online seperti e-commerce dan ride-hailing.

"Karena data menjadi lebih terjangkau, mereka menghabiskan lebih banyak waktu, dan melakukan lebih banyak lagi, dan ini yang mendorong e-commerce, ride-hailing dan sektor lain yang kita teliti," pungkasnya. (vim/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed