Kamis, 11 Okt 2018 15:11 WIB

Tentang Kelanjutan Kiprah Nokia di Indonesia

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Bagaimana kelanjutan kiprah Nokia di Indonesia? (Foto: David Ramos/Getty Images) Bagaimana kelanjutan kiprah Nokia di Indonesia? (Foto: David Ramos/Getty Images)
Jakarta - Pernah menjadi raja ponsel, Nokia sempat mengalami kemunduran kala menggarap smartphone. Bagaimana kiprahnya di Indonesia sekarang?

Siapa yang tak kenal dengan Nokia. Ponsel berbasis Symbian miliknya sempat merajai industri ponsel dunia, mengalahkan nama-nama seperti Sony Ericsson sampai Motorola.

Pada prosesnya kemunculan BlackBerry, iPhone, hingga smartphone berbasis Android membuat nama Nokia tenggelam. Pernah bereksperimen dengan Windows Phone, pabrikan asal Finlandia ini belum bisa mengembalikan kejayaannya seperti dulu.




Kini, dengan mengusung Android, Nokia berusaha terlahir kembali walaupun awal kemunculannya menggunakan sistem operasi buatan Andy Rubin itu juga tak mudah. Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Marketing Indonesia untuk HMD Global Miranda Vania Warokka.

"Nokia baru launching (di Indonesia) itu Oktober (2017) dengan Nokia 2, 3, 5, 6 sebagai seri-seri awal. Awalnya memang belum banyak yang tahu," ujarnya kepada detikINET saat ditemui dalam sebuah kesempatan.

"Lalu setelahnya ada Nokia 1 dan Nokia 6.1 Plus. Di dua seri ini makin terstruktur strateginya. Investasi marketing-nya juga sudah jalan begitu dua nama itu keluar. Perbedaan lainnya, empat nama awal fokusnya masih di ritel, dua nama terakhir sudah ke e-commerce," katanya melanjutkan.

Dengan sudah meluncurkan beberapa seri di Tanah Air, tentu menjadi menarik ke mana Nokia akan memfokuskan diri. Miranda mengaku, kawasan Jabodetabek masih jadi fokus, dengan sejumlah peningkatan di kawasan kuar Jawa.

"Karena 40% pangsa pasar itu ada di Jabodetabek, jadi investasi marketingnya masih fokus di sana, tapi secara keseluruhan sebenarnya Pulau Jawa, dengan tambahan Jogja, Surabaya, Semarang, dan Bandung," tuturnya.

Selain itu, tambahnya, Nokia punya feature phone. Menurut Miranda, distribusi feature phone bisa sampai tier 2 dan tier 3. Nokia 1 dan Nokia 2 yang punya harga terjangkau pun sama, namun itu terjadi di Pulau Jawa.




"Kalau di Sumatera, yang difokusin itu Lampung dan Medan, Palembang juga ada sedikit. Balikpapan mau mulai diperluas, bukannya tidak ada tapi terbatas. Kalau di Sulawesi itu mau mulai diperluas di Makassar," pungkasnya.




Tonton juga 'Nokia Ingin Kembalikan Sejarah Jadi Ponsel Sejuta Umat':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed