Kamis, 11 Okt 2018 12:31 WIB

Berapa Lama 'Usia' Smartphone Zaman Now?

Kris Fathoni W - detikInet
Ilustrasi sejumlah ponsel dan smartphone lawas. (Foto: Kris F/detikINET) Ilustrasi sejumlah ponsel dan smartphone lawas. (Foto: Kris F/detikINET)
Jakarta - Segala sesuatu yang memiliki awal pasti juga punya akhir. Demikian pula ponsel atau smartphone. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pada zaman now, berapa "usia pakai" smartphone?

Menurut sebuah studi yang dilakukan Consumer Technology Association (CTA), dan dilansir NewsPatrolling.com pada akhir tahun lalu, secara rata-rata "umur" smartphone dan feature phone ada di kisaran 4,7 tahun.

Kisaran itu jauh lebih pendek dari rentang siklus pakai barang-barang elektronik lain seperti TV layar datar yang diestimasi sekitar 7,4 tahun. Bahkan "usia pakai" laptop, tablet, kamera digital, konsol video game, dan lainnya adalah sekitar 4-7 tahun.

Kecenderungan mengenai siklus hidup ponsel ini pada dasarnya bisa dilirik dari informasi garansinya. Kebanyakan merek smartphone cuma akan memberikan garansi 12-18 bulan, yang mengindikasikan produk-produk itu "bakal menua" seiring dengan pergantian tahun.

"Usia pakai" sebuah smartphone pada dasarnya juga bergantung pada sejumlah aspek. Salah satunya adalah si pemakai ponsel itu sendiri. Selama merasa kebutuhannya masih terakomodir dan kadung nyaman dengan perangkatnya, kebutuhan ganti smartphone niscaya tereduksi.

Selain itu tentu saja ada aspek terkait produknya sendiri. Perkembangan teknologi bikin smartphone yang cukup oke pada tahun ini boleh jadi sudah akan kepayahan dalam rentang 2-3 tahun mendatang ketika menjalankan aplikasi, atau bahkan menginstall-nya (terkait kapasitas penyimpanan). Hal itu dapat mendorong pengguna smartphone ingin melakukan upgrade ke produk baru yang punya penyimpanan internal lebih lapang atau RAM lebih besar.

Ada pula pengguna yang merasa baterai smartphone-nya sudah "bocor" dalam beberapa tahun. Tak sedikit yang lebih memilih beli ponsel baru ketimbang repot-repot cuma mengganti baterainya, apalagi jika perangkatnya itu punya model baterai yang dibenamkan di dalam bodi.

Faktor lain adalah perkara dukungan sistem operasi alias OS. Jika sebuah smartphone sudah tak lagi dapat dukungan OS terbaru, seberapa lama penggunanya tahan menggunakan sistem operasi lawas? Dalam hal ini dorongan ganti smartphone bisa bertambah jika dikaitkan lagi dengan pesatnya perkembangan teknologi.

Hal-hal itu disebut membuat pengguna smartphone boleh jadi sudah bakal mengucapkan selamat tinggal ke smartphone-nya bahkan sebelum produk itu resmi tutup usia -- yang dalam studi di atas berkisar sekitar 4,7 tahun.

Nah, perkara gonta-ganti smartphone zaman now ini boleh jadi turut memunculkan masalah lain: apa yang harus dilakukan dengan smartphone lawas? Dibuang tentu sayang, tapi niat menjual juga bisa bikin hati meradang (akibat mendengar tawaran harga yang kelewatan).




Untuk itu, kebetulan sekali pada bulan Oktober ini detikcom punya program khusus yang membuat HP bekasmu dapat dibarter dengan uang Rp 10 juta. Hal itu terwujud lewat program 'Mau Apa Aja Kita Kasih!', kolaborasi detikcom dengan Seva.id. Program ini memberi kesempatan pembaca detikcom untuk mewujudkan beragam keinginan. Mau ponsel bekasmu ditukar uang Rp 10 juta? Kita kasih!

Cukup lengkapi data diri dan detail permintaan pada link di microsite ini dan isi dengan lengkap. Jangan ada yang terlewat.

Wajib kamu ketahui, data peserta akan dinyatakan lengkap jika sudah melengkapi data diri dan detail permintaan serta password di microsite seva.id, hingga muncul halaman "Thank you".




------

Berapa Lama 'Usia' Smartphone Saat Ini?Foto: dok: detikcom


Ini syarat dan ketentuan ikut program "Mau Apa Aja Kita Kasih" hasil kolaborasi detikcom dan seva.id:

1. Program ini merupakan program hasil kerjasama detikcom dan seva.id, dengan mengikuti program "Mau Apa Aja Kita Kasih", Anda otomatis sudah terdaftar untuk mengikuti acara Flash Mob Sale seva.id.

2. Peserta wajib mendaftar dan melengkapi data diri di website program "Mau Apa Aja Kita Kasih" dan pastikan data yang didaftarkan benar agar dapat dihubungi oleh pihak panitia.

3. Data peserta akan dinyatakan lengkap jika sudah melengkapi data diri dan detail permintaan di microsite detik.com/sevaid/ serta password di microsite seva.id, hingga muncul halaman "Thank you". Setelah itu, jangan lupa untuk verifikasi akun dengan cara membuka email yang telah didaftarkan. Karena itu merupakan syarat untuk menjadi calon pemenang.

4. Hadiah tidak dapat dialihkan ke pihak lain selain pemenang yang terpilih, juga tidak dapat diuangkan (jika berbentuk barang) atau ditukar dengan hadiah lain.

5. Pajak hadiah akan ditanggung oleh detikcom.

6. Periode program berlangsung dari 19 September sampai 31 Oktober 2018. Pengumuman pemenang pada tanggal 19 November 2018. Pemenang akan dihubungi langsung oleh detikcom.

7. Pemilihan pemenang akan ditentukan berdasarkan penilaian panitia penyelenggara, yakni pihak detikcom dan seva.id.

8. Alasan yang dicantumkan oleh peserta menjadi salah satu kriteria penilaian panitia.

9. Panitia berhak mendisfikualifikasi peserta yang tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku.

10. Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.


(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed