Selasa, 14 Agu 2018 22:29 WIB

Baru 9 Persen AC di Indonesia Pakai Inverter

Mustiana Lestari - detikInet
Foto: mustiana lestari Foto: mustiana lestari
Jakarta - Kampanye hemat energi yang digalakkan pemerintah masih kurang dukungan. Hal itu dibuktikan dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang hanya mencatat masyarakat pengguna AC inverter atau hemat energi baru 9 persen saja.

"Terdapat 2,5 juta AC yang dijual di Indonesia tiap tahunnya. Jumlah ini akan meningkat mengikuti meningkatnya kesejahteraan keluarga Indonesia. Namun AC yang menggunakan inverter saat ini di Indonesia menurut data baru sejumlah 9 persen selebihnya belum menggunakan teknologi inverter," jelas Direktur Konservasi Energi pada Direktorat Jenderal Energi Baru ESDM, Hariyanto, dalam acara Press Conference LG AC Certification Energy Saving di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (14/8/2018).



Padahal menurut Hariyanto, penggunaan inverter sangat penting karena berguna untuk menghemat energi dan menekan efek gas rumah kaca. Menurut dia, kini banyak AC boros yang disukai masyarakat lantaran harganya murah.

"Maka dampaknya adalah penggunaan energi di rumah tangga akan menjadi sangat tinggi, padahal sektor rumah tangga adalah pengguna listrik terbesar," sebut dia.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi hadirnya dua varian AC LG kategori Single Commercial Air Conditioning yaitu tipe Floor Standing dan Ceiling Cassette.

"Kami mendukung setiap upaya penghematan energi melalui produk yang bisa berkontribusi dalam penghematan energi secara nasional," jelas dia.

Sebelumnya, EPES UI meneliti kemampuan inverter pada AC LG tipe Floor Standing dan Ceiling Cassette selama 2 bulan. Dua pengaturan suhu ditetapkan yaitu 180 C dan 240 C dalam beban pendinginan 20% mewakili suhu sekitar sejuk seperti malam hari, 50% cuaca normal dan 100% saat cuaca terik.

"Dari berbagai pengujian kami mendapatkan hasil Single Commercial Air Conditioning LG dengan kompresor inventer mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dibandingkan dengan produk sejenis tanpa teknologi inverter. Tipe Floor Standing tingkat penghematan 62% dan tipe ceiling cassette penghematan listrik hingga 50%," jelas Head of Electrical Power and Energy Studies (EPES) Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa.



Sementara President Director LG Electronics Indonesia Seungmin Park mengatakan sertifikasi ini merupakan bukti kontribusi LG terhadap lingkungan.

"Dengan sertifikasi yang didapat dari tim EPES UI, LG berharap konsumen lebih percaya menggunakan LG Single Commercial AC dan merasakan keuntungan seperti yang dijanjikan. Hal ini akan menarik lebih banyak konsumen sehingga mendukung Indonesia yang lebih hijau," kata Seungmin Park. (mul/mul)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed