Drama Kegagalan Alat Penambang Bitcoin Buatan Kodak

Drama Kegagalan Alat Penambang Bitcoin Buatan Kodak

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 18 Jul 2018 11:35 WIB
Penambang bitcoin Kodak. Foto: Petapixel
Jakarta - Kodak sempat bikin heboh di ajang CES di Las Vegas, Amerika Serikat saat sebuah mesin penambang bitcoin bernama Kodak KashMiner dipamerkan di perhelatan tersebut. Namun izin menjual mesin tersebut harus kandas di tengah jalan dengan berbagai drama di balik peluncurannya.

Izin pengembangan KashMiner ditolak mentah-mentah oleh US Security and Exchange Commission (SEC). Produk itu disebut SEC sebagai sebuah scam atau tipuan dan komisi itu melarang penjualan perangkat tersebut.



Uniknya lagi, Kodak kemudian menyebut KashMiner sebenarnya dibuat oleh Spotlite USA, yang tak pernah secara resmi melisensi penggunaan nama Kodak untuk produk tersebut.

Bahkan, KashMiner sendiri sebenarnya adalah penambang bitcoin bernama Antminer S9 buatan perusahaan China bernama Bitmain yang diganti namanya.

Kodak KashMiner sejatinya akan disewakan seharga USD 3.400 dengan masa sewa selama dua tahun. Namun Spotlite USA juga akan mendapat sejumlah bitcoin yang ditambang dari mesin-mesin yang disewakannya itu.

Penyewanya sendiri disebut bisa mendapat keuntungan sebesar USD 375 setiap bulannya, yang artinya selama dua tahun masa sewanya, akan menghasilkan bitcoin senilai USD 5.600, demikian dikutip detikINET dari Petapixel, Rabu (18/7/2018).


Namun, itu adalah hitung-hitungan saat KashMiner pertama diperkenalkan ke publik. Keuntungannya saat ini seharusnya sudah jauh menurun karena nilai bitcoin saat ini sudah anjlok dari USD 14 ribu menjadi 7 ribu.

Rencana Spotlite USA memasarkan KashMiner memang begitu cepat kandas. Bahkan saking cepatnya, Spotlite pun belum menyelesaikan situs resminya. Kini, mereka mengaku akan menjalankan penambangan privat ketimbang menyewakan alat-alatnya itu ke konsumen. (rns/rns)