Minggu, 08 Jul 2018 17:00 WIB

Laporan dari Shenzhen

Melihat Uji Tahan Banting Ponsel Huawei yang 'Mencekam'

Jabbar Ramdhani - detikInet
Salah satu laboratorium Huawei. Foto: Jabbar Ramdhani/detikINET Salah satu laboratorium Huawei. Foto: Jabbar Ramdhani/detikINET
Shenzhen - Huawei ingin memastikan produk yang dilempar ke pasaran benar-benar tahan banting. Untuk itu, Huawei menguji seluruh produknya di laboratoriumnya.

Huawei mengundang sejumlah media dari beberapa negara di Asean dalam acara APAC Media China Trip 2018 untuk mengunjungi pusat penelitian dan pengembangan produk (Research and Development atau R&D), walau tidak diperbolehkan mengambil gambar.

Mereka mempersilakan media melihat fasilitas dan menyaksikan langsung proses uji coba produk di laboratorium yang terletak di ibu kota China, Beijing. Laboratorium ini berdiri di atas tanah yang luasnya sekitar 10.000 meter persegi. Di sini terdapat 23 laboratorium dengan 78 riset dimana ada 250 tes autentikasi.

Dalam kesempatan ini, ada 5 laboratorium yang ditunjukkan Huawei yakni Automatic Test, Comunication Test Lab, Realibility Lab, Antenna Lab, dan Audio Lab.

Automatic Test jadi tempat dimana pengujian software dilakukan. Disebut Automatic Test karena segala proses pengujian tidak dilakukan manusia.

Seorang pemandu menjelaskan di sini sebuah perangkat diuji menggunakan mesin untuk memastikan fungsi bagian dalam ponsel bekerja dengan baik. Dia memberi ilustrasi bagaimana menguji fungsi auto-rotate hanya dapat dilakukan secara presisi menggunakan mesin.



Ada banyak tes lainnya yang dilakukan di lab ini. Di sini, ada 5 layar yang menampilkan proses uji yang dilakukan. Jika ada sesuatu yang tidak benar, hal itu akan ditampilkan di layar tersebut.

Selanjutnya, di Comunication Test Lab dijelaskan bagaimana proses pengujian sebuah perangkat di setiap jaringan yang ada di dunia. Sebuah ponsel dites di jaringan 2G, 3G, 4G, dan CDMA. Ada sebuah ruangan yang cukup luas di mana di dalamnya terdapat deretan mesin dan alat penguji komunikasi.

Satu kunci dari lab ini ialah uji coba dengan berbagai operator yang ada di dunia di antaranya LG, docomo, tele2, dan AT&T. Pemandu menjelaskan tes dilakukan untuk memastikan perangkat Huawei dapat mengakses jaringan global untuk mempermudah pengguna menjelajahi dunia.

Tes Tahan Banting

Yang paling menarik ialah Realibility Lab. Pasalnya di sini secara langsung ditunjukkan bagaimana sebuah produk yang dirilis dipastikan tahan banting. Ketika memasuki lab, terlihat deretan alat untuk menguji daya tahan fisik dan fungsi sebuah ponsel. Bagian pertama yang ditunjukkan ialah saat uji coba fungsi jack audio sebuah perangkat. Mesin penguji memasukkan dan mencabut jack audio sekitar 10.000 kali.

Selanjutnya ada alat uji ketahanan ponsel bila seandainya ada di dalam kantong. Sebuah mesin menekan bodi ponsel dengan benda berbahan karet yang bentuknya menyerupai bokong. Mesin ini menekan ponsel tersebut yang seolah-olah ponsel yang ada di kantong belakang terduduki si pemakai.

Selain itu juga ada alat yang dipakai untuk menguji kelenturan dan ketahanan ponsel. Alat ini menjepit ponsel di kedua ujungnya. Kemudian masing-masing sisi yang menjepit badan ponsel memutar ke arah berlawanan. Hal ini dilakukan berkali-kali.

Uji tahan banting kemudian betul-betul ditunjukkan di bagian lainnya. Setidaknya ada 2 tes yang ditunjukkan kepada media. Pertama, sebuah ponsel dimasukkan ke dalam kotak berbentuk balok. Kemudian balok itu diputar oleh mesin sehingga menyebabkan ponsel di dalamnya terbanting secara terus-menerus.

Mesin uji tahan banting kedua membanting ponsel dari berbagai sisi. Seorang operator tampak menaruh ponsel untuk seolah-olah sedang digenggam. Kemudian dia mengatur daya dorong 'tangan' tersebut untuk membanting ponsel. 'Bledak' bunyi ponsel saat dibanting ke bawah yang beralaskan marmer.

Selanjutnya pemandu juga menunjukkan bagaimana ponsel dimasukkan ke dalam alat semacam kulkas dan microwave yang digabung jadi satu. Dengan alat ini, kinerja ponsel ingin dipastikan tetap bekerja di dalam suhu ekstrem dingin dan panas. Pemandu mengatakan di dalam alat tersebut ada semacam elevator yang menggerakkan ponsel yang sedang diuji untuk langsung melewati 2 kubus ekstrem panas dan dingin. Selain itu ada tes-tes lain yang dilakukan.

Sementara pada bagian Antenna Lab, sebuah ponsel diuji fungsi penangkap dan pemancar sinyalnya. Dalam sebuah ponsel ada antena yang berfungsi untuk menangkap sinyal jaringan seluler, bluetooth, wifi, menjadi hotspot portabel dan lainnya. Fungsi antena-antena ini diuji dalam sebuah ruangan kubus yang di dalamnya ada busa-busa yang dibentuk semacam duri-duri yang berfungsi untuk menyerap sinyal. Sementara ponsel diletakkan di sebuah tempat di bagian tengah ruangan.



Soal antena, pemandu memberi sedikit tips agar ponsel kita dapat menangkap sinyal dengan baik: jangan gunakan casing pelindung berbahan metal karena dapat merusak daya tangkap sinyal dan jangan sentuh sudut bawah ponsel ketika menelepon.

Terakhir, di Audio Lab ditunjukkan proses pengujian fungsi audio sebuah ponsel. Ada dua ruang kedap udara berbentuk kubus. Satu ruangan berfungsi menguji panggilan telepon. Ada 8 speaker yang diposisikan di sudut-sudut ruangan.

Pemandu mengatakan di Audio Lab akan disimulasikan berbagai kondisi dengan tingkat kebisingan yang berbeda-beda. Dia ingin memastikan microphone dan speaker yang dipakai untuk melakukan panggilan berjalan baik meski pengguna sedang ada di jalanan yang ramai kendaraan, di ruang terbuka dengan suara keramaian orang, serta kondisi lainnya.

Di China, selain Beijing, Huawei juga punya laboratorium lainnya di Shanghai, Xian, dan Wuhan. Total, Huawei mengatakan ada 284 laboratorium dan 367 tempat tes dengan total luas 58.399 meter persegi. (jbr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed