Selasa, 03 Jul 2018 15:30 WIB

Begini Proses Produksi Ponsel 4G Honor di Batam

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
Batam - Demi memenuhi aturan tentang Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G, vendor smartphone asal China Honor menggandeng PT Satnusa Persada. Dalam kunjungan pabriknya yang terletak di Batam, Kepulauan Riau, pihak Satnusa menjabarkan proses produksi dari Honor.

Turut hadir dalam kunjungan pabrik Satnusa, CEO Honor Indonesia James Yang mengatakan bahwa pihak Honor merasa senang bisa bekerjasama dengan Satnusa. Satnusa dianggap mampu memenuhi standar kualitas yang diterapkan Honor di China.

"Setiap brand punya filosofi kualitas ysng berbeda. Tentu saja Satnusa harus memenuhi kualitas yang sudah menjadi standar. Sejauh ini kami puas dengan hasilnya," ujar James di Batam, Selasa (3/7/2018).

Pabrik HonorPabrik Honor Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan


Sementara itu, di kesempatan yang sama CEO PT Satnusa Persada Bidin Yusuf merasa bangga bisa bekerjasama dengan Honor. "Kami sangat bangga bisa bekerjasama dengan honor. Honor punya potensi yang besar di pasar Indonesia," ucapnya.

Dengan memiliki luas pabrik dekitar tiga hektar, Satnusa banyak mengakomodir kebutuhan perakitan vendor smartphone asing, termasuk Honor. Proses perakitannya pun diklaim telah memenuhi standar internasional.

Ada beberapa proses yang dilalui. Yang pertama adalah melakukan pengecekan bahan baku yang diimpor dari luar dan juga dari dalam. Pengecekan ini dilakukan secara sampling.


"Apabila bahan baku tersebut telah lolos, maka akan kami tarik ke dalam assembling area. Ada total sekitar 40 komponen yang kami impor dan rakit menjadi jadi," ujar Project Manager PT Satnusa Persada Stanly R. Joseph.

Setelah proses perakitan selesai, lanjut Stanly, maka smartphone kemudian akan dimasukkan ke dalam testing machine. Menariknya mesin penguji ini langsung dibawa dari China oleh tim Honor.

"Bila tadi pemeriksaan bahan baku hanya dilakukan sampling, maka pengujian 100% dilakukan, baik itu pengujian kelistrikan, kamera, dan software," terangnya.


Proses pengujian tak terhenti sampai di situ. Adapula pengujian aging. Dalam aging test, ponsel itu dinyalakan dalam penggunaan beberapa aplikasi selama delapan jam. Tujuannya, untukelihat apakah ponsel berjalan dengan baik atau tidak.

Stanly mengklaim bahwa mayoritas ponsel Honor kualitasnya sangat bagus. Kecil kemungkinan terjadi cacat produksi.

Baru setelah itu masuk ke dalam tahap quality control dan ponsel pun siap dikirim ke Jakarta untuk kemudian didistribusikan ke beberapa daerah.

Yuk Melihat Langsung Proses Produksi Ponsel Honor di Batam selengkapnya di 20Detik

[Gambas:Video 20detik]

(jsn/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed