Jumat, 08 Jun 2018 16:16 WIB

Mengulas Fitur Paling Jagoan di BlackBerry Key2

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
BlackBerry Key2. Foto: Istimewa BlackBerry Key2. Foto: Istimewa
Jakarta - Ponsel terbaru BlackBerry masih mengusung keamanan sebagai modal utamanya. Seberapa aman smartphone yang mengusung nama BlackBerry Key2 ini?

BlackBerry Key2, penerus dari KeyOne, sudah resmi dirilis oleh TCL dengan sejumlah perubahan telah ditanamkan oleh ponsel tersebut. Salah satu aspek yang mendapat perhatian paling besar adalah faktor keamanannya.

Beberapa aplikasi keamanan yang mendapat pembaruan dari BlackBerry adalah Dtek, Locker, dan Power Center. Juru bicara BlackBerry mengatakan perubahan tersebut sudah dikembangkan jauh sebelum kasus Facebook dan Cambridge Analytica menyeruak.



"Bagi konsumen, keamanan berarti privasi. Poin yang mengawalinya adalah menyadari bahwa ponsel merupakan tempat yang sangat publik. Kita semua butuh tempat yang privat, sebuah ruang yang ditujukan hanya bagi pengguna ponsel itu sendiri," ujar Alain Lejeune, Senior Vice President BlackBerry, sebagaimana detikINET kutip dari CNET, Jumat (8/6/2018).

Untuk Dtek, aplikasi ini memiliki fungsi dalam memberikan informasi mengenai sistem operasi dan keamanan pada ponsel. BlackBerry mendesain ulang aplikasi ini dengan memberikan user interface baru.

Selain itu, Dtek juga diberikan kemampuan untuk memberi tahu pengguna izin apa saja yang diterima oleh masing-masing aplikasi. Hal tersebut berguna untuk mendeteksi jika sebuah aplikasi menunjukkan kegiatan-kegiatan yang mencurigakan.

Lalu, ada Locker Mode yang memungkinkan user untuk memberikan proteksi tambahan pada sejumlah file yang dimilikinya di dalam ponsel Key2. Fitur yang dimilikinya dapat mengunci aplikasi, foto, dan file lainnya dengan sidik jari penggunannya.

Kemudian, terdapat fitur Power Center yang akan mempelajari kebiasaan user dalam mengisi daya baterainya. Jadi, jika pengguna biasa mengisi baterai pada pukul 10 malam tiap hari, maka ponsel akan merekamnya sehingga kala user lupa melakukannya, smartphone ini akan memberi peringatan. Key2 akan memberitahu berapa lama lagi waktu yang tersisa hingga ponsel tersebut mencapai titik low-battery.



Key2 juga dibekali peramban Firefox Focus untuk melakukan kegiatan browsing secara anonim. Sebagai tambahan, user juga tidak akan bisa melakukan root pada ponsel ini atau menjalani versi Android selain dari yang sudah mendapatkan persetujuan dari BlackBerry.

"Kami tidak berniat untuk mengontrol kegiatan kamu dengan perangkat yang kamu punya. Kami akan memberikanmu transparansi dan rasa awas untuk melakukan segalanya secara mandiri oleh pengguna itu sendiri," ujar Patricia Querin, Senior Portfolio Manager Blackberry Mobile. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed