Senin, 04 Jun 2018 10:20 WIB

Pemegang Saham Facebook Kesal dengan Mark Zuckerberg

Virgina Maulita Putri - detikInet
Mark Zuckerberg. Foto: Reuters Mark Zuckerberg. Foto: Reuters
Jakarta - Ternyata tidak hanya regulator yang kesal dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pasca skandal Cambridge Analytica. Pemegang saham Facebook pun nampaknya sudah mulai kehilangan kesabaran dengan kepemimpinan Zuckerberg.

Pada rapat pemegang saham tahunan minggu lalu, pemegang saham yang hadir mengutarakan kekesalannya dengan daftar panjang kontroversi yang mendera Facebook.

Salah satu pemegang saham mendukung usulan pembatasan kekuasaan Zuckerberg, dan meminta Zuckerberg untuk "meniru George Washington, bukan Vladimir Putin." Pemegang saham lain mengibaratkan kebocoran data pengguna serupa dengan pelanggaran hak asasi manusia.



"Jika privasi merupakan hak asasi manusia, seperti diungkapkan oleh CEO Microsoft, maka kita sependapat bahwa penanganan data pelanggan yang buruk oleh Facebook sama dengan pelanggaran HAM," kata Chief Investment Officer Northstar Asset Management, Christine Jantz, seperti dikutip detikINET dari Mashable, Senin (4/6/2018).

Pemegang saham lain mempertanyakan mengapa Facebook tidak berhenti didera berita negatif. "Mengapa daftar kontroversi yang menghadapi Facebook sangat panjang dan serius," tanya pemegang saham dari Trillium Asset Management, Will Lana.

Namun, kritik bertubi-tubi dari para pemegang saham nampaknya tidak berdampak apa-apa. Pada akhirnya, dewan direksi Facebook menolak proposal yang mendesak Facebook untuk lebih transparan, meningkatkan pengawasan, dan meningkatkan kontrol pemegang saham.

Pemegang saham Facebook akhirnya meminta Zuckerberg agar mereka dilibatkan dalam penanganan isu-isu krusial. "Kamu tidak berbicara dengan investormu tentang isu-isu ini. Libatkan kita dalam isu-isu ini, kita berada di satu tim," kata seorang pemegang saham. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed