Kedua ponsel tersebut bernama Mi 8 Explorer Edition (EE) dan Mi 8 SE. Mi 8 EE punya spesifikasi mirip Mi 8, bedanya terletak pada kapsitas RAM, yakni 8 GB.
Xiaomi turut menyertakan fitur face recognition di Mi 8 EE. Seperti halnya Apple, Xiaomi menyebut fitur pemindaian wajah ini dengan nama Face ID.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Xiaomi |
Fitur face reqognition Mi EE diklaim lebih unggul ketimbang Mi 8 karena mengusung teknologi 3D. Alhasil tidak hanya untuk membuka ponsel, pengguna dapat membuat animasi emoji yang mampu menangkap 52 gerakan otot wajah.
Cangkang belakangnya dibuat semi transparan sehingga terlihat menarik. Lalu ada sensor sidik jari di bawah layar. Xiaomi mengklaim kemampuannya lebih cepat ketimbang milik Vivo.
Foto: Xiaomi |
Bicara Mi 8 SE, ponsel ini bisa dibilang varian murah Mi 8. Hadir dengan layar AMOLED berukuran 5,88 inch dengan resolusi Full HD+.
Mi 8 SE ditenagai Snapdragon 710. Ini menjadikannya sebagai ponsel pertama yang mengusung chipset tersebut. Perangkat ini hadir dalam dua varian, yakni RAM 4 GB/ROM 64 GB dan RAM 6 GB dan ROM 64 GB.
Foto: Xiaomi |
Xiaomi menyematkan kamera ganda di bagian belakang yang ukurannya 12 MP dan 5 MP. Sementara kamera depannya 20 MP.
Soal harga, ponsel ini akan dilepas 1.799 yuan atau sekitar Rp 3,9 juta (4 GB) dan 1.999 yuan atau sekitar Rp 4,3 juta (6 GB). Sementara Mi 8 EE dibanderol 3.699 yuan atau sekitar Rp 8 juta.
Foto: Xiaomi
Foto: Xiaomi
Foto: Xiaomi