BERITA TERBARU
Kamis, 26 Apr 2018 15:57 WIB

Perang Smartphone, Huawei: Indonesia Masih Sensitif Harga

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikinet Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikinet
Jakarta - Belakangan ini beberapa vendor ponsel asing yang menjajaki bisnisnya di Indonesia tengah menggelar perang harga demi memikat hati konsumen Tanah Air. Huawei pun mencoba untuk memberikan pandangan terhadap situasi saat ini.

Deputy Country Director of Huawei Indonesia Consumer Business Group Lo Khing Seng ketika ditemui detikINET mengakui bahwa pasar Indonesia sangat sensitif terhadap harga. Namun, menurutnya Huawei tak ingin tergesa-gesa merangsek pasar dengan cara seperti itu.

"Ini kembali lagi kalau orang cuma maunya cepat saja. Kita mungkin tahu merek-merek yang main harga seperti apa sekarang. Tapi, Huawei mengambil jalan lain. Sungguh-sungguh mempersiapkan dengan benar dan selalu berinvestasi memberikan nilai ke konsumen melalui teknologi dan produk-produk yang berkualitas," ujar Lo Khing.


Masih bicara persaingan, Huawei sadar bahwa ada beberapa vendor kuat, seperti Xiaomi dan juga Asus yang sekarang ikut terjun dalam persaingan. Namun, untuk saat ini fokusnya adalah mengalahkan lawan yang berada di atasnya secara global, yakni Samsung dan Apple.

"Kalau dari huawei, karena kami di global posisi nomor tiga, kami selalu melihat ke atas. Cuma sebelum ke atas, kami juga harus tahu diri dan juga melihat langkah demi langkah siapa yang harus kami fokuskan. Tetapi tujuan utama kami tetap nomor satu, jadi fokusnya ya yang nomor satu," tukasnya.

Huawei Nova 2 Lite.Huawei Nova 2 Lite. Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikinet

Untuk bisa bersaing, lanjutnya, Huawei akan terus menjaga kualitas dan memberikan barang-barang yang lebih mumpuni. Ia pun mencontohkan dengan perangkat Nova 2 Lite yang baru saja dirilis.


"Sebagai contoh baterai. Walaupun Nova 2 Lite punya baterai 3.000 mAh, tapi waktu hidupnya lebih panjang dari ponsel lain dengan kapasitas yang sama atau mungkin yang punya kapasitas lebih besar," kata Lo Khing.

"Intinya gini, kami akan sangat komitmen dengan kulitas dan level layanan untuk konsumen. Di samping itu juga investasi di bidang komunikasi, marketing, dan digital, terutama online. Karena kita tahu saat ini ada pergeseran kebiasaan konsumen yang ke arah online," tutupnya. (mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed