Rabu, 18 Apr 2018 08:49 WIB

Fitur Baru Intel Jadi Senjata Lawan Hacker

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi hacker. (Foto: Istimewa) Ilustrasi hacker. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Belajar dari kasus Spectre dan Meltdown, Intel perkuat lini prosesornya dengan fitur penangkal hacker.

Intel meluncurkan dua fitur baru yang didesain agar dapat meningkatkan efisiensi komputer untuk menjalankan program perlindungan dalam mendeteksi sekaligus memblokir hacker.
Produsen chip tersebut mengumumkannya dalam ajang RSA Conference, salah satu konferensi keamanan siber terbesar di Amerika Serikat.

Fitur pertama adalah advanced memory scanning. Intel bekerja sama dengan Microsoft untuk mengaplikasikannya pada Advanced Threat Protection.



Program tersebut merupakan bagian dari Windows Defender dalam mencari serangan yang sulit dilacak sekalipun setelah sistem dalam komputer mulai terjangkit.

"Dengan advanced memory scanning, proses pemindaian akan dikendalikan oleh integrated graphics processor milik Intel. Hal tersebut memungkinkan lebih banyaknya proses pemindaian, sehingga mampu mengurangi penurunan performa serta konsumsi daya," ujar Rick Echevarria, VP Software and Services Group Intel

Pria yang juga menjabat sebagai General Manager Platforms Security Division ini juga mengungkapkan bahwa hasil benchmark awal dari tools anyar Intel tersebut menunjukkan kegiatan operasi dari advanced memory scanning hanya memanfaatkan 2% kinerja CPU. Angka tersebut menurun drastis dari 20% dibandingkan sistem sebelumnya.

Nantinya, seperti dikutip detikINET dari CNET, Rabu(18/4/2018, fitur terbaru dari Intel ini akan tersedia di prosesor generasi 6, 7, dan 8 yang dijadwalkan untuk mulai berlaku pada bulan ini.

Selain bekerja sama dengan Microsoft, perusahaan teknologi yang berbasis di Santa Clara, California, AS tersebut juga berkolaborasi dengan sejumlah vendor antivirus sehingga implementasinya bisa lebih luas.



Sedangkan fitur kedua merupakan advanced platform telemetry yang mampu mempercepat laju program keamanan pada teknologi jaringan. Cisco menjadi perusahaan yang akan mengaplikasikannya dalam produknya bernama Tetration Platform.

Meski Microsoft dan Cisco sudah bisa menikmati fitur terbaru dari Intel, tools tersebut tidak ditujukan untuk dijalankan di PC konsumen secara langsung. Kedua fitur tersebut diperuntukkan bagi mesin yang menyimpan sekaligus mengolah data personal.

"Dari sudut pandang konsumen, mereka dapat tidur lebih nyenyak di malam hari dengan mengetahui bahwa data personal mereka telah dilindungi lebih baik dari sebelumnya," ujar Patrick Moorhead, President Moor Insights and Strategies, sebuah firma analisis di bidang teknologi. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed