Senin, 16 Apr 2018 13:13 WIB

Samsung Kirim Ponsel Pakai Blockchain

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Samsung Galaxy S9. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Samsung Galaxy S9. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
FOKUS BERITA Fenomena Bitcoin
Seoul - Teknologi blockchain yang dikenal sebagai aktor di balik transaksi Bitcoin cs kini direncanakan oleh Samsung untuk membawa lini produknya kepada konsumen.

Samsung tengah mempertimbangkan menerapkan teknologi blockchain untuk melacak pengiriman logistik secara global yang bernilai puluhan miliar dollar AS setahunnya. Hal tersebut diungkapkan Song Kwang-woo, Vice President Samsung SDS, anak perusahaan yang bertanggung jawab menyediakan kebutuhan TIK pada keperluan logistik.

Berdasarkan keterangan Samsung SDS, penerapan teknologi yang juga melatarbelakangi transaksi menggunakan cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, dan Ripple tersebut akan memangkas biaya pengiriman sebesar 20%.

Selain itu, jika Samsung benar-benar menerapkannya, maka mereka akan jadi vendor ponsel pertama yang mengaplikasikan teknologi blockchain pada operasional distribusinya.



"Ini akan menimbulkan pengaruh yang sangat besar dalam rantai suplai bagi industri manufaktur. Blockchain adalah platform utama dalam mempercepat transformasi digital kami," ujar Song, sebagaimana detikINET kutip dari Bloomberg, Senin (16/4/2018).

Untuk mewujudkan hal tersebut, produsen smartphone dan semikonduktor terbesar dunia ini akan menyerahkannya kepada Samsung SDS. Sistem blockchain diperkirakan dapat membantu Samsung dalam mengurangi jarak waktu antara peluncuran produk dengan pengirimannya kepada konsumen.

"Ini akan meminimalisir biaya tak terduga serta mengurangi sejumlah hambatan non-teknis, yang berarti memaksimalkan efisiensi dan visibilitas. Hal ini berimplikasi pada kepercayaan konsumen yang lebih baik," ujar Cheong Tae-su, profesor teknik industri di Korea University.

Efisiensi bisa jadi merupakan nilai tambah yang paling diharapkan dari penerapan teknologi blockchain. Tahun ini, Samsung SDS memperkirakan akan menangani muatan udara dengan bobot total 488.000 ton serta satu juta TEU (20 foot equivalent unit), atau unit ekuivalen dua puluh kaki lewat jalur air. Muatan tersebut mencakup layar OLED hingga Galaxy S9.



Selain itu, implementasi teknologi blockchain pada kegiatan pengiriman diperkirakan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam mengurus dokumen serta koordinasi dengan pihak pelabuhan.

Hal tersebut dapat memangkas biaya karena, berdasarkan International Business Machines yang bekerja sama dengan A.P. Moeller-Maersk A/S dalam otomatisasi serta pelacakan kargo, biaya dokumentasi terhadap pengiriman menggunakan kontainer dua kali lipat, atau dapat lebih, dibanding untuk keperluan transportasi. (fyk/rou)
FOKUS BERITA Fenomena Bitcoin

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed