Rabu, 28 Mar 2018 07:28 WIB

Laporan dari Mumbai

Dapat Lisensi dari Dolby, Audio Ponsel Oppo Jadi Kece

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
Mumbai, India - Tepat sebelum ponsel F7 dirilis di Mumbai, India, Oppo mengumumkan kemitraan dengan Laboratorium Dolby. Kemitraan keduanya ini mengenai hak kekayaan intelektual.

Ditanya soal kerjasama ini, PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto mengatakan apabila kerjasama antara Oppo dan Dolby ini sendiri sudah terjalin sejak lama. Hanya saja, dalam pengumuman terbaru ini Oppo mendapat lisensi paten untuk membawa teknologi Dolby's High-Efficiency Advanced Audio Coding (HE AAC) dan JPEG-HDR ke jajaran ponsel Oppo.



Teknologi HE AAC adalah standar internasional untuk pengkodean audio yang disahkan untuk digunakan oleh Dolby Laboratories ke ratusan perusahaan di seluruh dunia. Sementara JPEG-HDR adalah bagian dari standar penyandian gambar statis yang juga akan menyimpan data dalam highly dynamic range lebih dari 8-bit.

"Semua ponsel Oppo sudah Dolby. Cuma kali ini kami dikasih lisensi paten itu tadi. Sebelumnya cuma kerjasama biasa, ada teknologi Dolby di ponsel. Sudah lama kok," papar Aryo kepada detikINET di sela-sela perjalanan bersama Oppo ke Mumbai, India, Rabu (28/3/2018).

PR Manager Oppo Indonesia Aryo MeidiantoPR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto Foto: Ari Saputra


Sebelum dengan Dolby, Oppo menyerahkan urusan audio pada perusahaan Wave Audio. Namun mulai beralih menggunakan teknologi milik Dolby sejak perangkat setelah Find 7.

Selain tersemat di speaker, earphone Oppo juga menggunakan standar Dolby. "Jadi, mereka memberikan referensi standarnya seigni, ohm-nya segini, dan yang lain," katanya. Dengan penggunaan teknologi HE AAC dan JPEG-HDR ini maka suara akan lebih mantap dan lebih keluar lagi.

Karena lisensi ini didapat tak lama sebelum F7 dirilis, maka Oppo belum sempat untuk menyematkan teknologi audio terbarunya ini. "F7 ada Dolby kok. Cuma yang baru ini belum, karena baru dapat lisensi paten belum bisa dijalankan," ujarnya.

(mag/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed