Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kisaran Harga Rp 700 Ribu
India Kembangkan Komputer Murah
Kisaran Harga Rp 700 Ribu

India Kembangkan Komputer Murah


- detikInet

Jakarta - Dalam tiga bulan mendatang, Novatium perusahaan kecil dari India akan menawarkan komputer murah untuk pengguna rumahan. Harga yang ditawarkan US$70 (Rp 680 ribu) dan US$75 (Rp 729 ribu). Tetapi kalau ingin menambahkan monitor, harganya jadi dua kali lipat yaitu US$150 (Rp 1,5 juta). Meski begitu Rajesh Jain, pendiri Novatium mengatakan, perusahaan akan memakai monitor bekas untuk menjaga agar harganya tetap rendah. "Jika ingin mencapai harga US$100 (Rp 971 ribu) dan US$120 (Rp 1,2 juta), monitor yang dipakai haruslah monitor lama," kata Jain seperti dikutip detikinet Kamis (30/6/2005) dari CNET News.com. "Monitor bisa dipakai sampai tujuh dan delapan tahun," imbuhnya.Proyek komputer berharga murah ini merupakan langkah India untuk membuat perubahan besar di sektor teknologi, ekonomi dan sosialnya. Sejak India berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman dunia bisnis barat, negara itu pun semakin inovatif dalam teknologi industri. Dan telah memberi inspirasi kepada ahli-ahli mesin dan eksekutif untuk membawa industri teknologi India ke era yang lebih maju.Kini India tengah menjadi pusat perhatian untuk proyek hardware komputer. Advanced Micro Devices (AMD) mulai menjual Personal Internet Communicator-nya seharga US$235 (Rp 2,3 juta) di India. Harga tersebut sudah termasuk monitor dan perangkat ini dipasarkan lewat agen provider jaringan broadband India.AMD menilai dalam waktu tiga tahun mendatang, tidak sulit untuk menjual sebuah komputer personal yang dilengkapi monitor dengan harga US$100.Semangat inovasi baru telah membuat industri komputer India untuk lebih mengusahakan pengadaan komputer yang terjangkau. Di pusat teknologi Chennai, India, Profesor Ashok Jhunjhunwala dari Institut Teknologi India telah mengembangkan mesin ATM yang sekaligus berfungsi sebagai kios internet. Ia juga membangun sistim data nirkabel yang berhasil diekspor ke Brasil, Iran, Fiji, dan Nigeria.Selain itu, Profesor Jitendra Shah dari Centre for the Development of Advanced Computing mengatakan, dirinya tengah berusaha mencari cara untuk mengurangi konsumsi listrik untuk kepentingan komputasi. Perangkat yang tengah disiapkannya berupa komputer tenaga surya dan server berupa PC bertenaga batere.Ketergantungan KomponenKunci sukses komputer US$100 terletak pada total harga masing-masing komponennya. Meski industri ini mengalami penurunan harga komponen --termasuk logam, plastik dan berbagai bahan mentah lainnya-- banyak perusahaan yang merasa kesulitan mengembangkan komputer kurang dari US$200 (Rp 1,9 juta)."Harga segitu belum menutupi biaya monitor dan hard-drive," kata P.R Lakshamanan, senior vice president dari Zenith Computers, salah satu perusahaan pembuat PC terbesar di India.Hal itu juga diperhitungkan perusahaan lainnya. Xenitis misalnya, sudah mengeluarkan komputer dengan harga di bawah US$250 (Rp 2,4 juta). Komputer ini dilengkapi prosesor 1GHz dari Via Technologies, memori 128MB, hard-drive 40GB, monitor 15-inci, dengan sistim operasi Linux. Via akan bekerja sama dengan Terra PC. Terra memiliki konfigurasi dasar seperti kompetitornya, Xenitis. Tapi dengan sistim operasi dan aplikasi-aplikasi dasar yang disimpan di flash memori, bukan di hardisk. Ini dilakukan untuk membuat komputer lebih tahan terhadap virus dan berbagai masalah lainnya. (Foto: Komputer 'murah' Rp 2,2 juta dari Mobilis. Sumber:Cnet.com/Encore Software) (wicak/)






Hide Ads