Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Toshiba: Notebook Refurbish Sulit Dikenali

Toshiba: Notebook Refurbish Sulit Dikenali


- detikInet

Jakarta - Notebook lama yang dipoles hingga seperti baru (refurbish) banyak berkeliaran di Indonesia. Meski begitu, banyak konsumen yang tidak mengenalinya. Notebook bermerek Toshiba salah satunya. Meski tergolong merek kenamaan, ada juga notebook Toshiba refurbish yang berhasil mengecoh konsumen."Produk refurbish biasanya sulit dikenali," kata Gunawan Nugroho, General Manager PT. Aneka Infokom Tekindo, distributor resmi Toshiba di Indonesia. Ketika dihubungi detikinet, Selasa (31/5/2005), Gunawan menceritakan bahwa notebook refurbish sering diperjual-belikan atas motivasi importir yang tidak jujur.Sejarahnya, di luar negeri seperti Amerika Serikat notebook refurbish biasanya muncul karena ada produk yang dikembalikan. Dijelaskan Gunawan, biasanya hukum Amerika secara tegas menetapkan produk yang dikembalikan itu sebagai produk bekas (second hand), jadi diperlakukan seperti barang bekas yang harganya jatuh. Nah, mungkin saja oleh importir produk itu diimport, sehingga beredar di pasar Indonesia. "Hanya saja importirnya tidak jujur, sehingga menjual produk tersebut sebagai barang yang masih baru, dengan selisih harga yang hanya sedikit lebih murah," kata Gunawan.Produk seperti ini biasanya diberi label refurbish atau recondition dengan tulisan yang dicetak di bagian belakang notebook. Hanya saja tetap sulit dikenali karena tanda tersebut biasanya dihapus oleh penjual, atau ditutup dengan stiker. Aneka, selaku perusahaan yang menjadi distributor resmi Toshiba, mengaku tidak pernah menjual notebook refurbish. Produk yang diterimanya dari Toshiba biasanya datang dalam keadaan disegel. "Notebooknya dimasukkan dalam pembungkus lalu disegel, setelah itu dimasukkan dalam dus, dan dusnya juga disegel," kata Gunawan.Jika ada notebook Toshiba yang dalam masa garansinya dikembalikan oleh konsumen, Aneka akan menerima produk tersebut hanya saja tidak untuk dijual kembali. "Hal itu sudah kita anggap kerugian yang harus kita tanggung. Kita biasanya pakai untuk keperluan internal, atau kita simpan untuk kita ambil komponen-komponennya yang masih dalam kondisi bagus. Komponen seperti keyboard misalnya, bisa kita pakai kembali jika ada konsumen yang butuh komponen pengganti," kata Gunawan.Lalu bagaimana proses kendali mutu berlangsung untuk notebook Toshiba? Gunawan mengatakan bahwa Aneka menyerahkan proses kendali mutu pada Toshiba. "Kita percaya dengan proses yang mereka terapkan," katanya. Jadi, kalau ada produk yang rusak terkirim ke Aneka, itu dianggap sebagai risiko yang harus ditanggungnya. "Dari pengalaman kita, memang kerusakan itu biasanya ada. Seperti kerusakan ketika produk tersebut tiba, itu biasanya terjadi karena proses pengiriman, tapi sangat kecil kemungkinannya," kata Gunawan. "Kalau itu terjadi misalnya menyebabkan koneksinya mati, biasanya kita ganti dengan yang baru."Toshiba sendiri mendefinisikan notebook refurbish sebagai notebook yang sudah pernah dipakai, dalam artian sistem operasi di dalamnya sudah diinstal. Jadi, meski notebook tersebut baru dipakai sehari, selama sistem operasinya sudah terinstal, itu dikategorikan sebagai notebook refurbish. Sebaliknya, untuk produk yang sudah dibuka segelnya, tapi sistem operasinya belum terinstal, tidak dikategorikan sebagai produk refurbish.Kepada konsumen, baiknya selalu teliti ketika memilih notebook. Gunawan menyarankan untuk membelinya hanya dari distributor resmi, karena jaminan terhindar dari produk refurbish serta layanan purna jualnya juga lebih baik. (wicak/)






Hide Ads
LIVE