BERITA TERBARU
Rabu, 17 Jan 2018 20:36 WIB

Dipepet Oppo, Ini Strategi Samsung Arungi 2018

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Posisi Samsung makin dipepet Oppo pada kuartal ketiga 2017. Lantas apa yang akan dilakukan vendor asal Korea Selatan itu untuk mempertahankan posisinya di pasar ponsel Indonesia?

Berdasarkan data IDC, sepanjang Juli hingga September 2017, market share Samsung di Tanah Air mencapai 30%. Sementara Oppo punya pangsa pasar 25,5%.

Artinya posisi keduanya hanya terpaut 4,5%. Perbedaan ini sudah sangat tipis. Menyikapi kondisi Samsung yang kian kepepet, Corporate Marketing Director Samsung Indonesia Jo Semidang, mengaku tak begitu risau.

Menurutnya, kompetisi akan selalu ada. Apa yang dilaporkan IDC dijadikan sebagai cambuk bagi pihaknya untuk bekerja lebih keras lagi. Sejumlah strategi telah mereka siapkan agar tetap menjadi penguasa di pasar ponsel Tanah Air.

"Kunci utamanya (memenangi persaingan) membawa inovasi yang relevan dan memberi nilai tambah ke konsumen," kata Jo saat ditemui usai peluncuran Galaxy A8 dan A8+ di Jakarta, Rabu (18/1/2018).

Dipaparkan Joe, sebagai produsen, pihaknya dituntut mencari apa saja nilai tambah yang harus diberikan ke pelanggannya. Nilai tambah tersebut di luar dari spesifikasi.

Dicontohkan olehnya dari sisi kamera. Selain spesifikasi, harus pula memberikan fitur-fitur mumpuni. Sehingga akan memberikan pengalaman lebih saat mengabadikan momen.

Nilai tambah lain yang Samsung akan hadirkan adalah post purchase services. Mereka ingin makin meningkatkan layanan purnajualnya demi kepuasan pelanggan. Terakhir, Samsung akan memperbanyak pilihan produk.

"Tahun ini kami akan banyak merilis line up yang akan menjawab kebutuhan konsumen," tutup Jo. (jsn/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed