Jumat, 24 Nov 2017 12:57 WIB

Salip iPhone, Ponsel Nokia Mulai Tebar Ancaman

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Nokia 6. Foto: Dlte Nokia 6. Foto: Dlte
Vietnam - Ponsel Nokia telah kembali memakai sistem operasi Android. Tak disangka dalam waktu singkat, mereka kembali menebar ancaman dalam industri smartphone, antara lain dengan mengalahkan penjualan Apple di Vietnam.

Pada kuartal III tahun ini, Nokia berhasil menguasai market share sebesar 6% dan masuk ke posisi ketiga vendor ponsel terbesar. Mereka menyalip Apple iPhone yang hanya mampu mendapatkan 4% market share di Vietnam.

"Kunci keberhasilan Nokia merupakan hasil dari kualitas produk terbaru dan sokongan talenta manusia di dalamnya," ujar Vo Le Tam Thanh, analis dari International Data Corporation (IDC) Indochina, seperti dilansir detikINET dari Vietnamnet, Jumat (24/11/2017).

Selain itu, ia menambahkan, kolaborasi yang dilakukan dengan baik oleh Nokia dengan para distributor menghasilkan promosi yang baik terhadap produk-produknya.

Ditambah, rataan harganya yang hanya mencapai USD 188 (Rp 2,5 Juta), namun belum termasuk pajak, menjadi faktor lain yang membantu Nokia untuk meraih penjualan yang lebih baik.

"Namun, Nokia masih harus bekerja keras untuk mengembalikan kejayaannya di masa lalu, meskipun brand tersebut sudah sangat akrab di kuping masyarakat dan mampu menguasai pasar feature phone pada 2016," tuturnya.

Strategi Nokia untuk lebih memilih mengembangkan sistem operasi Android, setelah gagal dengan Windows Phone, dalam smartphone mereka sejak tahun lalu secara perlahan mulai menuai hasilnya.

Meski begitu, market share Nokia masih kalah dengan Samsung dan Oppo, yang menempati posisi pertama dan kedua di Vietnam. Samsung masih merajai dengan market share 36%, diikuti Oppo dengan 24%, dari total 4,2 juta unit smartphone terjual di Vietnam pada kuartal III.

"J7 masih menjadi produk utama dari Samsung yang membantu mereka untuk semakin mengukuhkan posisinya di kuarter ketiga ini," kata Thanh.

Ia menambahkan, kuartal keempat akan menarik karena bertepatan pada musim belanja akhir tahun, sehingga banyak produsen smartphone yang akan semakin menggenjot promosi mereka.

"Namun, masih sulit menggeser dua posisi teratas dari Samsung dan Oppo. Tapi, persaingan perebutan posisi ketiga akan ramai dengan persaingan antara Nokia, Apple, Sony, Vivo, dan iTel," pungkasnya.

Di Indonesia sendiri, IDC juga baru saja merilis laporan 5 besar vendor ponsel di Tanah Air yang juga dipimpin Samsung dan Oppo. (fyk/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed