Sabtu, 16 Sep 2017 16:15 WIB

Menanti Kejutan Baru Motorola di Indonesia

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: detikINET/Josina Foto: detikINET/Josina
Jakarta - Tujuh seri smartphone yang telah dirilis Motorola--sejak perusahaan itu jadi milik Lenovo--dipastikan segera bertambah dalam waktu dekat. Akankah ada kejutan baru?

Seperti diketahui, Motorola sebelumnya cukup lama vakum. Sempat berupaya mengubah haluan bisnis, lini ponsel dari sang pionir telepon genggam ini pun akhirnya diselamatkan Google.

Pada 2011 lalu, Google memboyongnya dengan mahar USD 12,5 miliar. Namun sayangnya, hanya tiga tahun saja kebersamaan mereka dengan Project Ara sebagai andalannya--meskipun pada akhirnya dibatalkan.

Motorola pun berganti kepemilikan. Adalah Lenovo dari China yang berupaya membangkitkannya kembali setelah meminangnya dari Google pada 2014 lalu.

Lenovo dalam satu dekade terakhir ini memang sangat ambisius. Setelah memboyong lini PC milik IBM, mereka pun kini punya Motorola sebagai motor penggerak baru di bisnis mereka untuk segmen smartphone.

Motorola jelas bukan anak kemarin sore. Berdiri sejak 1928, perusahaan ini merupakan pelopor telepon genggam, yang pada akhirnya menjadi cikal bakal hadirnya smartphone saat ini.

Moto Z2 PlayMoto Z2 Play. Foto: detikINET/Josina

Kelebihan itu jelas jadi senjata andalan Lenovo di tengah ketatnya persaingan smartphone yang kini masih dirajai oleh Apple dan Samsung. Setidaknya, hal itu sudah terlihat sejak mereka melakukan comeback pada 2016 lalu.

Sejak Motorola berpindah tangan ke Lenovo, kolaborasi kedua perusahaan ini telah berhasil mendongkrak posisi Lenovo sebagai produsen smartphone terbesar ketiga di dunia.

Terus bergerak cepat dan berinovasi menciptakan beragam seri smartphone Motorola, Lenovo pun memboyong produk-produknya tersebut ke banyak pasar di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

Seri Moto pertama yang didaulat untuk membuktikan slogan 'Moto is Back' di pasar Indonesia adalah Moto E Power. Smartphone ini diperkenalkan di Indonesia pada akhir Oktober 2016 lalu.

Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia, Adrie Suhadi. Foto: Yudhianto/detikINET

Di sela-sela peluncuran smartphone ini, Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia, Adrie Suhadi pun menegaskan bahwa kehadiran Moto E3 Power jadi bukti bahwa Lenovo menganggap Indonesia sebagai pasar smartphone yang potensial.

Bersamaan dengan masuknya Moto E3 ke Indonesia, Lenovo juga menegaskan komitmennya untuk memenuhi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri alias TKDN. Lenovo pun berjanji untuk memproduksi smartphone Moto di Serang, Banten.

Janji dan komitmen itu telah ditepati, Lenovo pun membanjiri pasar Indonesia dengan produk-produk Moto lainnya. Produk kedua yang turut diboyong ke Indonesia adalah Moto Z dan Moto Z Play.

Sangat menarik ketika akhirnya Lenovo memboyong Moto Z dan Moto Z Play pada awal tahun ini. Sekali lagi, ini membuktikan keseriusan Lenovo untuk berkompetisi di pasar smartphone Indonesia, terutama untuk kelas high-end.

"Bisa dikatakan, inovasi itulah yang sebenarnya ingin diperlihatkan smartphone Motorola kepada para penggila gadget di Tanah Air," kata Adrie saat itu.

Tak main-main, pada saat yang bersamaan, juga diperkenalkan jajaran Moto Mods untuk kedua smartphone tersebut yang mencakup JBL SoundBoost, Moto Insta-Share Projector, Incipio off GRID Power Pack, dan Hasselblad True Zoom Mod.

Tak perlu menunggu lama, Lenovo kembali membuat kejutan di pasar smartphone Indonesia dengan menghadirkan Moto M. Smartphone yang ditujukan untuk kelas menengah ini diperkenalkan pada Maret 2017 yang secara spesifik hanya untuk pasar Asia Pasifik termasuk Indonesia.

Berlanjut di bulan Juni atau menjelang Idul Fitri tahun ini, Lenovo kembali memperkenalkan seri Moto terbarunya, yakni Moto C. Mengacu pada spesifikasi hardware yang dibenamkan, jelas smartphone ini ditujukan untuk kelas entry-level dengan harga Rp 1 jutaan.

Moto Z2 Play. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman

Kembali membidik para pencinta gadget kelas atas, awal Juli 2017 Lenovo kembali memperkenalkan smartphone terbarunya, Moto Z2 Play. Smartphone yang juga mengusung teknologi modular ini hadir sebagai generasi penerus dari Moto Z dan Z Play.

Di Indonesia sendiri, Moto Z2 Play mulai dipasarkan pada Agustus 2017 lalu. Selain mengusung teknologi modular, tentu saja beberapa peningkatan yang dilakukan Lenovo ke dalam smartphone ini juga menjadi nilai jual.

Bersamaan dengan pemasaran Moto Z2 Play di Indonesia, Lenovo juga kembali membuat kejutan dengan memperkenalkan seri Moto terbarunya, yakni Moto E4.

Miranda Warokka, Marketing Lead Lenovo Indonesia di sela-sela sneak preview Moto E4 menegaskan, kehadiran smartphone ini merupakan penerus lini Moto E3. Smartphone ini juga mengusung desain bodi premium karena menggunakan bahan logam.

Tercatat, hingga saat ini sudah ada Moto E Power, Moto Z, Moto Z Play, Moto M, Moto C, Moto Z2 Play, dan Moto E4. Terbukti apa yang dikatakan Adrie, bahwa Lenovo akan terus menjejali pasar smartphone Indonesia dengan beragam seri Moto.

Pertanyaannya, apakah di sisa tiga bulan jelang akhir tahun 2017 ini Lenovo masih memiliki keinginan untuk menggulirkan seri Moto lainnya? Menilik dari undangan peluncuran produk barunya, tampaknya masih akan ada kejutan baru dari Motorola. (rou/mag)