Senin, 11 Sep 2017 08:03 WIB

Satelit Telkom 1 Mati

Strategi Telkom Usai Pulihkan Ribuan ATM Offline

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET
Jakarta - Usai memulihkan ribuan ATM yang sempat offline akibat anomali yang terjadi pada satelit Telkom 1, BUMN telekomunikasi itu pun menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Menurut Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga, ada tiga langkah selanjutnya yang akan ditempuh Telkom pasca berakhirnya tenggat waktu pemulihan sites pelanggan per 10 September 2017.

"Dengan berakhirnya 10 September, bukan berarti kami berhenti sampai di sini. Masih ada tiga hal yang perlu dilakukan," kata Alex tadi malam di Graha Merah Putih, Jakarta, Minggu (10/9/2017).

Langkah pertama, Telkom akan terus melanjutkan aktivitas di Crisis Center untuk monitoring pasca pemulihan layanan. Tujuannya agar sigap memastikan apa yang harus dilakukan, khususnya jika masih ada kekurangan. Crisis center ini juga untuk memudahkan koordinasi dengan pelanggan satelit Telkom 1.

Kedua, mengembalikan solusi temporer ke permanen. Seperti diketahui, dalam proses pemulihan, Telkom hanya 81% melakukan repointing antena VSAT dari satelit Telkom 1 ke satelit Telkom 2, satelit Telkom 3S, satelit APSAT, dan satelit ChinaSAT.

Selebihnya, 5% dialihkan melalui jalur fiber optik dan 14% lainnya melalui seluler Telkomsel secara Machine to Machine M2M). Nah, solusi ini hanya sementara saja sampai ditemukan solusi permanen.


"Kami sudah koordinasi dengan pelanggan, khususnya penyedia VSAT, apa perlu secepatnya? Butuh waktu dua bulan dari temporer ke permanen, karena dilakukan tidak saat hari kerja, alias malam hari. Lebih cepat lebih baik," kata Alex.

Ketiga, Telkom akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk proses pengamanan slot orbit ke International Telecommunication Union (ITU) terkait slot orbit 108 bujur timur milik satelit Telkom 1.

"Menkominfo sudah kirim surat ke ITU pada 4 September untuk suspend slot orbit atas nama negara. Nanti slot orbit itu akan digunakan oleh Telkom 4 yang akan diluncurkan pertengahan Agustus 2018," lanjut Alex.

Surat yang ditandatangani Menkominfo Rudiantara itu bertujuan agar tidak ada operator satelit lainnya yang mengisi slot orbit tersebut. Biasanya tiga tahun sebelum satelit diluncurkan, dikirimkan notifikasi oleh pemilik slot orbit. Namun mengingat satelit Telkom 4 akan diluncurkan pada 2018, maka surat langsung dikirimkan.

"Kalau diundang rapat di ITU, kami akan hadir. Saat ini kami masih menunggu respons dari ITU, apakah masih ada kekurangan administrasi dan sebagainya. Tujuannya agar slot orbit 108 bujur timur tetap diamankan atas nama bangsa Indonesia," pungkas Alex.

(rou/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed