Dalam acara MyRepublic media update di Jakarta, Rabu (8/3/2017), CEO MyRepublic Malcolm Rodrigues mengklaim, layanannya berbeda dengan internet service provider (ISP) penyedia koneksi fiber to the home (FTTH) lain di Indonesia. MyRepublic kini tak lagi menyediakan koneksi di bawah 100 Mbps.
Justru paket internet MyRepublic yang ditawarkan saat ini paling lambat kecepatannya adalah 100 Mbps. Malcolm juga sesumbar, meski hanya menawarkan koneksi berkecepatan tinggi, tarif yang mereka patok terbilang bersaing dengan ISP lain di Indonesia seperti First Media dan Indihome.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar informasi, paket internet 100 Mbps milik MyRepublic saat ini ditawarkan dengan tarif Rp 300 ribuan per bulannya.
Menurut Malcolm, peningkatan kecepatan ini dibutuhkan karena semakin banyak jumlah perangkat yang dimiliki oleh konsumen. Dia menyebutkan di setiap rumah saat ini setidaknya ada 5 perangkat yang terhubung ke internet.
Ia juga membanggakan kualitas koneksi internet MyRepublic yang menurutnya lebih andal ketimbang pesaingnya di Indonesia. "Jika pakai 100 Mbps dari kami, kalau speedtest bisa dapat 90-99 Mbps, bahkan saat peak time (malam hari). Hal ini tak bisa didapat dari layanan lain seperti Indihome," ujarnya. (rns/rns)