Thomas Ricker dari media teknologi The Verge menilai Nokia 3310 reborn ini bukan benar-benar Nokia sejati. Pasalnya pihak yang menciptakannya bukan Nokia yang dulu merilis Nokia 3310 lawas, melainkan perusahaan HMD Global yang mendapatkan lisensi merek ponsel Nokia.
"3310 yang rilis minggu ini bukan dibuat oleh orang-orang di Salo, Finlandia. Ponsel Nokia tidaklah kembali. Apa yang kembali cuma logo Nokia yang dipasang di barang komoditas sebagai bagian dari strategi lisensi merek," sergahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan media GSMArena menyayangkan mengapa Nokia 3310 reborn miskin fitur. Padahal perlu diingat bahwa meskipun Nokia 3310 lawas kelihatan begitu jadul untuk ukuran saat ini, di zamannya ponsel ini sudah termasuk canggih.
"Feature phone tidak perlu kualitasnya rendah. Nokia 3310 orisinal itu mahal dan penuh fitur pada zamannya. Sedangkan model baru ini, rasanya sama saja dengan Nokia 222 atau ponsel feature phone Nokia terbaru lainnya," sebut GSMArena.
Namun memang HMD Global sepertinya sengaja mendompleng ketenaran Nokia 3310 dan meluncurkannya kembali untuk menarik perhatian. Amunisi utama mereka tetaplah ponsel Nokia Android yang sudah dirilis beberapa modelnya, yaitu Nokia 6, Nokia 5 dan Nokia 3. (fyk/asj)