Rabu, 01 Mar 2017 09:15 WIB

Laporan dari Barcelona

Menjajal Kepintaran Mobil Masa Depan

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: mag/detikINET Foto: mag/detikINET
Barcelona - Bersamaan dengan ajang Mobile World Congress (MWC) 2017, tiga perusahaan, yakni Audi, Vodafone, dan Huawei menggelar event bertajuk The Future Connected Car. DetikINET pun berkesempatan merasakan secara langsung seperti apa rasanya berada di dalam mobil masa depan.

The Future Connected Car di sini maksudnya adalah bagaimana memaksimalkan jaringan internet seluler agar nantinya semua mobil bisa terhubung. Karenanya, kerjasama ini membutuhkan tiga perusahaan dari berbagai industri.

Sebagai salah satu produsen mobil ternama, tentu Audi tak ingin inovasi yang dihasilkan begitu-begitu saja. Produsen mobil asal Jerman ini sudah memiliki visi bagaimana mobil nantinya bisa memanjakan penggunanya.

Visi ini sejalan dengan Vodafone dan Huawei selaku penyedia ekosistem jaringan. "Kami bekerjasama dengan operator dalam mengidentifikasi pelanggan, mengembangkan bisnis yang menguntungkan, dan membangun jaringan," ujar William Xu, Executive Director of Board and Chief Strategy Marketing Officer Huawei.

Sementara itu, R&D Progamme Manager Vodafone, Bob Banks mengatakan bahwa pemanfaatan Internet of Things (IoT) saat ini sudah mulai terasa. Salah satunya adalah dengan mobil. "Mobil akan berada dalam IoT. Banyak hal yang bisa dilakukan apabila semuanya terhubung, termasuk di connected car ini," tuturnya.

Penasaran dengan connected car yang dimaksud, detikINET menjajal langsung menaiki mobil masa depan ketika uji coba di Circuit de Catalunya, Spanyol. Ada empat aspek yang menjadi fokus utama, yakni Traffic Light Information, Videostream, Pedestrian Warning, dan Emergency Break.

Traffic Light Information di sini memberikan informasi dari lampu lalu lintas kepada mobil. Hal ini dimaksudkan agar mobil bisa secara otomatis mengidentifikasi situasi lampu lalu lintas kepada mobil.

Sehingga, ketika sopir hilang konsentrasi, mobil akan memberikan peringatan. Bahkan tak menutup kemungkinan akan berhenti tepat di garis lalu lintas.

Sementara yang kedua, yakni videostream. Nantinya diharapkan semua mobil akan saling terhubung dengan masing-masing satu buah kamera di dalamnya. "Videostream ini akan menayangkan kondisi jalan di depan kendaraan yang akan didahuluinya. Sehingga ia bisa tahu apakah lowong atau tidak kondisi jalan di depan mobil yang akan disalip," terang Banks.

Video akan tersiar melalui dashboard mobil. Namun, tentu saja ini akan menjadi perombakan bagi produsen mobil. Selain menyediakan layar di dashboard, produsen mobil juga harus menyediakan kamera di dalam mobil.

Berikutnya ada Pedestrian Warning. Untuk yang satu ini, diharapkan adanya kerjasama dengan operator dan produsen smartphone. Fungsinya adalah memberikan peringatan kepada pengguna jalan yang mungkin tengah asik bermain gadget, sehingga tidak sadar apabila ada mobil yang melintas.

Dari semua ini, aspek terpenting adalah Emergency Break. Seperti yang sudah pernah di singgung di atas, fungsi ini mampu membuat mobil berhenti mendadak, apabila berada dalam kondisi melampaui batas, seperti akan mendahului lampu lalu lintas atau akan menabrak pejalan kaki.

Lalu kapan terwujud? "Sekali lagi ini butuh proses, karena menggabungkan tiga industri. Tapi kami berharap bisa secepatnya selesai," pungkasnya.

(mag/yud)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed