Ketika ditelusuri detikINET, kedua ponsel itu sudah muncul di situs milik Ditjen SDPPI dan Kemenperin, yang menunjukkan keduanya sudah memenuhi persyaratan untuk ponsel dengan konektivitas 4G LTE agar bisa dijual di Indonesia.
Di situs Ditjen SDPPI, Moto Z yang mempunyai kode XT1650-03 dan Moto Z Play dengan kode XT1635-02 sudah memperoleh status 'Sertifikat Dicetak' pada 30 Desember lalu. Sementara di situs TKDN Kemenperin, keduanya mendapat sertifikat TKDN pada 21 Desember, dengan nilai TKDN sebesar 20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar informasi, Moto E3 Power yang beredar di Indonesia dirakit di Serang, Banten. Tepatnya di pabrik milik mitra lokal Moto, yaitu PT Tridharma Karya (TDK) yang dilakukan demi memenuhi aturan TKDN yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia.
Foto: Istimewa |
Foto: Istimewa |
Moto Z dan Moto Z Play punya tampilan yang sangat mirip, dengan layar AMOLED yang sama-sama berukuran 5,5 inch, meski resolusinya berbeda, yaitu 1440p dan 1080p. Sementara baterainya, jika Moto Z memakai baterai 2.600 mAh, Moto Z Play menggunakan baterai 3.510 mAh.
Begitu juga dengan prosesornya, Motorola menyematkan Snapdragon 820 dengan RAM 4 GB di Moto Z dan Snapdragon 625 dan RAM 3 GB di Moto Z Play. Namun keduanya sama-sama bisa menggunakan jajaran aksesori Moto Mod seperti proyektor, baterai tambahan, speaker, dan kamera tambahan Hasselblad.
Saksikan video 20detik di sini:
(asj/fyk)
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa