Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Galaxy Note 7 Mulai 'Dibunuh Paksa'

Galaxy Note 7 Mulai 'Dibunuh Paksa'


Yudhianto - detikInet

Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Tenggat waktu penarikan Galaxy Note 7 yang masih berada di tangan pengguna atau yang ada di pasaran sepertinya sudah memasuki tahap akhir. Samsung pun mulai melakukan strategi 'bunuh paksa'.

Selain meminta pengguna Galaxy Note 7 untuk segera melakukan pengembalian, Samsung sudah melakukan banyak cara untuk menghindarkan konsumennya dari kejadian tak diinginkan. Salah satunya lewat update software yang menjaga pengisian baterai tak lebih dari 60%, sehingga bisa mencegah kasus terbakar.

Di Australia, cara Samsung malah lebih kejam lagi. Produsen Korea Selatan ini meminta operator seluler di sana untuk memblokir semua sambungan ke Galaxy Note 7. Praktis, phablet tersebut tak bisa berkomunikasi lewat jaringan seluler. Namun pengguna masih bisa mengakalinya lewat sambungan WiFi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi nanti dipastikan pengguna Galaxy Note 7 tak akan bisa berkutik lagi, sebab seperti detikINET kutip dari GSM Arena, Rabu (21/12/2016), Samsung disebut segera merilis update yang akan bisa membuat phablet itu mati total. Update yang dimaksud akan diluncurkan pada 28 Desember mendatang di mulai dari Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada.

"Samsung Electronics akan merilis update pada 28 Desember, yang akan menguras baterai Galaxy Note 7 sampai nol persen. Pengguna Galaxy Note 7 yang belum mengikuti program pengembalian agar segera mem-backup datanya dan mematikan perangkat mereka," tulis Samsung Singapura.

Belum ada informasi mengenai negara-negara lainnya, namun sepertinya tak perlu menunggu lama sebelum kebijakan yang sama bakal ikut diterapkan.

Galaxy Note 7 Mulai 'Dibunuh Paksa'Foto: Mindra Purnomo
(yud/rou)







Hide Ads