Pasalnya sebuah laporan dari China mengatakan merek Lenovo ke depannya hanya akan fokus pada segmen laptop dan PC secara umum. Produsen Tiongkok ini kabarnya tak akan lagi menjual ponsel dengan merknya sendiri.
Rencana ini konon ada kaitannya dengan penjualan ponsel Lenovo dan Motorola yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, penurunannya mencapai USD 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun. Sehingga melebur divisi ponsel Lenovo dan Motorola diyakini lebih efisien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut gosipnya, Lenovo mungkin akan menjadikan nama Moto sebagai sub-brand. Kira-kira jadi seperti Galaxy-nya Samsung. Mungkin namanya nanti bisa jadi adalah Lenovo Moto, seperti yang pernah dibeberkan sendiri oleh Adrian R. Suhadi, Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia.
"Kami masih menunggu dari pusat, bisa jadi ke depan pakai nama Lenovo-Moto atau tetap dipisah. Belum tahu," ungkap Adrie, beberapa waktu lalu.
Dibanding divisi laptop atau PC, bisnis ponsel Lenovo memang belum memberi kontribusi yang signifikan bagi perusahaan ini. CEO Lenovo, Yang Yuanqing mengatakan, meski divisi ponselnya cenderung meningkat, kontribusinya masih kalau jauh dibanding laptop dan PC yang menyumbang hingga 70% pendapatan Lenovo. (yud/rou)