Tidak banyak konsumen yang tahu bahwa ada beberapa material yang sangat langka, diperlukan untuk membuat smartphone modern. Ketika Samsung menghentikan produksi Galaxy Note 7, sebagian besar material ini bisa digunakan untuk produksi smartphone lain.
Tapi bagaimana nasib unit Galaxy Note 7 yang ditarik kembali? Dikutip dari Reuters, Minggu (6/11/2016), pada akhir proses penarikan unit handset, Samsung diperkirakan memiliki sekitar 3 juta unit Galaxy Note 7.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, memusnahkan jutaan unit smartphone bukan perkara mudah. Itu juga berarti, mereka akan membuang semua material langka yang sebenarnya masih bisa dipakai untuk produksi ponsel lain, jika mereka bisa menyelamatkannya.
Samsung baru-baru ini mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mencari cara untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat dihentikannya produksi Galaxy Note 7. Pengumuman ini disampaikan Samsung setelah organisasi peduli lingkungan Greenpeace memberi peringatan bahayanya isu ini.
Greenpeace meminta agar Samsung mempertimbangkan untuk menggunakan sejumlah material langka termasuk emas, kobalt, palladium dan tungsten untuk memenuhi kebutuhan produksi ponselnya yang diambil dari unit Galaxy Note 7 yang ditarik.
"Kami sangat memahami isu akibat dihentikannya Galaxy Note 7. Saat ini kami sedang meninjau pilihan terbaik yang bisa meminimalkan dampak buruk ke lingkungan akibat penarikan Note 7 dan mematuhi aturan perlindungan terhadap lingkungan," sebut Samsung.
Perusahaan asal Korea Selatan ini belum menyebutkan secara detail rencana ini. Namun yang jelas, keputusan baru bisa dibuat Samsung setelah mereka menemukan penyebab ledakan Galaxy Note 7. (rns/rns)