Sejauh ini ponsel tersebut sudah terdaftar di situs Ditjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo dengan kode XT1663. Banyak yang berasumsi kalau perangkat yang dimaksud adalah Moto M, meski ada juga yang meyakini sebagai Moto M Plus. Malah bocoran penampakannya juga sudah terlihat.
Bahkan yang terakhir sudah memperlihatkannya secara jelas bakal seperti apa desainnya. Moto M tampak mengusung desain membulat di keempat sisinya. Dan yang tak kalah menarik adalah, penempatan pemindai sidik jari yang bergeser ke belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
Bicara spesifkasi, seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Kamis (27/10/2016), Moto M konon akan dibekali prosesor octa core dengan kecepatan 2,1 GHz bikinan MediaTek. Besaran RAM-nya juga tak kalah mumpuni, mencapai 4 GB. Yang kemudian akan dipadukan memori internal sebesar 32 GB.
Bentang layar Moto M disebut berukuran 5,5 inch dengan resolusi full HD. Sementara baterainya mengusung kemampuan 3000 mAh guna mengimbangi pancaran layarnya yang masuk kategori phablet itu.
Untuk urusan jeprat-jepret, Motorola mempercayakannya pada kemampuan 16 MP. Sedangkan bagi penggila selfie harus puas dengan kamera depan 5 MP.
Saat ini status pendaftaran XT1663 masih SP3 yang artinya masih di tahap awal. Sehingga masih belum bisa dipastikan apakah ponsel ini akan benar-benar masuk Indonesia atau tidak. Tapi setidaknya Moto M sudah masuk dalam rencana Motorola untuk pasar Indonesia.
Foto: Istimewa |
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa