Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Upaya Lokal Dongkel Smartphone Merek Global

Upaya Lokal Dongkel Smartphone Merek Global


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Foto: dok. HiCore Mobile
Jakarta - Pemain merek lokal ternyata tak melulu hanya mengincar segmen pasar smartphone kelas menengah bawah. Ada juga yang percaya diri untuk ikut bersaing di kelas premium dengan merek-merek global.

Salah satunya HiCore Mobile. Meskipun sejauh ini baru meluncurkan ponsel 3G saja, yakni Play Z5 dan Lens DC1, berikutnya mereka berencana untuk meluncurkan smartphone 4G.

"Pasar smartphone premium walaupun tidak terlalu besar, tetapi tetap menjanjikan karena konsumen sekarang lebih jeli dalam memilih produk," kata Herman Zhou, Presiden Direktur HiCore Mobile, Selasa (25/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun diakui olehnya sangat sulit untuk membangun brand di era kompetisi saat ini, apalagi untuk ponsel lokal merek baru, namun ia mengaku punya strategi tersendiri yang mampu mendongkel citra smartphone besutannya.

Ketika ia memperkenalkan HiCore kepada konsumen, langkah awal yang dilakukan Herman adalah mengumpulkan distributor dan pemilik toko seluruh Indonesia. "Kebetulan kita sudah memiliki jaringan penjualan di seluruh Indonesia, jadi lebih mudah," jelasnya.

Para distributor ini pun dikumpulkan untuk diberikan penjelasan sekaligus gathering di kepulauan seribu. "Kita perkenalkan produk HiCore, sekaligus meminta masukan dari temen-temen toko," tutur Herman.

Dalam acara gathering tersebut, Herman juga menawarkan kepada toko-toko agar mau menjual produk mereka. Tentunya, dengan iming-iming margin keuntungan yang menggiurkan.

Untuk promosi, Herman lebih memilih promosi langsung ke lapangan dengan memasang banner dan neon box di toko-toko penjual smartphone. Cara tersebut dinilai lebih efektif, karena langsung terlihat oleh para calon konsumen.

"Branding di toko jauh lebih efektif, karena langsung terlihat oleh konsumen," jelasnya.

Selain melakukan branding toko, Herman juga menempatkan promotor pada setiap toko yang menjual HiCore. Promotor ini akan membantu konsumen, untuk memberikan pemahaman produk-produk HiCore.

Para promotor ini dibekali kemampuan untuk menjelaskan kegunaan produk HiCore kepada konsumen yang dapat dimaksimalkan dalam kegiatan kesehariannya.

Biaya yang dikeluarkan untuk membangun brand memang tidak sedikit. Ia mengalokasikan sekitar 30% dari total investasi HiCore untuk membangun brand. Sisanya untuk membangun pabrik, produk dan juga after sales.

"Tidak banyak para pemain di industri smartphone nasional yang bermain di brand premium. Mereka umumnya menjadi brand level midle-low, lantaran tidak mau bersaing dengan merek-merek global," pungkasnya.

(rou/rou)






Hide Ads