Seperti diberitakan, handset premium senilai USD 900 itu dihentikan produksinya karena rentan terbakar. Samsung memperkirakan kerugian sementara yang harus ditanggung bisa mencapai USD 5,4 miliar. Peristiwa yang membuat para karyawan tak tenang.
"Setiap orang cemas. Akan ada hukuman, seseorang harus mengambil tanggung jawab soal ini," sebut seorang karyawan Samsung yang menolak diungkap namanya, dikutip detikINET dari Reuters, kamis (20/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan bahwa rumor di internal sudah beredar luas, menduga-duga siapa eksekutif yang mungkin akan diganti. Beberapa investor dan analis menyatakan eksekutif top seperti bos divisi mobile Samsung, D.J Koh barangkali kena imbasnya.
Jumlah total karyawan Samsung sendiri adalah 325 ribu orang dengan 30% di antaranya berbasis di Korsel. Belum jelas apakah krisis Note 7 juga akan berdampak pada karyawan di luar Korsel.
Ketika dikonfirmasi, Samsung menenangkan situasi dengan menyatakan tidak mempertimbangkan perubahan manajemen atau restrukturisasi sebagai respons krisis Note 7. Di basis produksi ponsel di Vietnam, juga belum akan ada pengurangan karyawan.
Dan sampai saat ini, mereka juga masih berusaha menemukan penyebab pasti mengapa Note 7 rentan terbakar. "Kami terus bekerja untuk menganalisa penyebab kasus yang dilaporkan," kata Samsung.
Salah satu yang menyebabkan Note 7 bermasalah disinyalir karena proses produksi yang agak tergesa-gesa. Maka untuk memastikan kejadian serupa tak terjadi lagi, pengembangan Galaxy S8 dilakukan dengan sangat hati-hati.
"Tergantung dengan apa yang menyebabkan Note 7 bermasalah, konfigurasi tertentu mungkin perlu diubah. Jadi spesifikasi untuk ponsel selanjutnya belum final," pungkas sang sumber. (fyk/ash)