Fenomena anomali baterai yang ditimbulkan oleh phablet flagship Samsung itu membuat semua unit ditarik kembali (recall) dari peredarannya. Pun saat ini vendor asal Korea Selatan itu telah menghadirkan unit pengganti bagi konsumen Note 7, masih ada kasus serupa yang terjadi.
Note 7 dilaporkan 'membara' ketika berada dalam pesawat Southwest Airlines tujuan Louisville ke Baltimore. Brian Green, pemilik perangkat yang terbakar bercerita jika itu merupakan Note 7 pengganti. Samsung pun serius menginvestigasi kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penolakan dari Royal Mail mungkin sedikit membuat pusing Samsung atau konsumen setempat bilamana ingin melakukan pengiriman Galaxy Note 7. Meski begitu, masih banyak alternatif pengiriman lain, seperti FedEx, DHL, dan lainnya.
Tahun 2016 memang bisa disebut sebagai tahun yang berat bagi Samsung sejak isu Galaxy Note 7 meledak mengemuka. Banyak orang yang membuat laporan ke Samsung mengenai masalah yang terjadi di Note 7. Meski kemudian didapati puluhan di antaranya adalah laporan palsu.
Namun demikian, Samsung agaknya bisa bernapas lega karena proyeksi laba besar yang akan mereka dapat di kuartal III 2016. Samsung diprediksi meraup USD 7 miliar keuntungan di periode tersebut karena kuatnya bisnis komponen mereka. (mag/fyk)